Peserta PKWU Siap Terapkan Ilmu Kewirausahaan

  • Bagikan

MediaJatim.com, Pamekasan – Pelaksanaan Pendidikan Kecakapan Wirausaha Unggulan (PKWU) berakhir Minggu (19/11) siang di kediaman Dr. Jam’an, M.Pd selaku Ketua PKBM Miftahul Ulum, Desa Kertagena Tengah, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan. Para peserta PKWU siap terapkan ilmu dan keterampilan yang sudah diperoleh selama menempuh pendidikan kewirausahaan bidang kuliner sejak 24 September lalu.

Salah seorang peserta PKWU, Marsiti, merasa sangat mantap dengan pengalaman dan ilmunya untuk membuat kue yang dibutuhkan oleh masyarakat. Dengan kegiatan PKWU, dirinya merasa memiliki pengalaman yang sangat banyak tentang membuat kue kuliner yang tidak hanya satu jenis kue.

“Dengan bekal keterampilan dan ilmu ini, saya dan teman-teman warga belajar yang lain siap berkreasi dan menerapkan ilmu yang sudah kami dapatkan,” ungkap Marsiti.

Motivasi dan komitmen warga belajar PKWU mendapat apresiasi dari Dra. Chairijah, selaku Penilik PKBM Miftahul Ulum. Chairijah berharap penutupan kegiatan PKWU tidak lantas membuat warga belajar berhenti belajar, namun tetap terus mengembangkan ilmunya.

“Ilmu itu akan tetap melekat jika diterapkan. Maka dari itu, semua peserta PKWU harus mandiri menerapkan ilmunya, baik individu maupun kelompok”, ujar Chairijah.

Sementara Ketua PKBM Miftahul Ulum, Dr. Jam’an tidak banyak berharap karena semua kesuksesan bergantung pada masing-masing warga belajar yang menempuh PKWU tiap hari Minggu.

“Harapan tetap ada. Cuma semua bergantung pada masing-masing individu. Kami sebagai penyelenggara hanya menfasilitasi dan mengupayakan pelaksanaan kegiatan program ini berjalan sebagaimana petunjuk teknis, serta mendorong warga belajar untuk tetap belajar dan menerapkan ilmunya,” tegas Dr. Jam’an.

Kepala Desa Kertagena Tengah, Suto, S.Pd.I, M.M turut mendukung pelaksanaan kegiatan PKWU sebgai wujud kepeduliannya kepada masyarakat.

“Program ini sangat berguna untuk membangun dan mengembangkan kepribadian masyarakat menjadi lebih mandiri dan tidak bergantung pada satu usaha saja,” ungkap Suto.

Usaha mandiri, sambungnya, lebih menjamin masyarakat menjadi pribadi yang punya pandangan ke depan untuk menjadi lebih baik, yang pada akhirnya akan mengubah kehidupan masyarakat yang lebih baik.

“Tentu itu semua tidak lepas dari keistikamahan mereka dalam menjalankan usaha, termasuk usaha kue kuliner,” tukas alumnus Pesantren Guluk-Guluk, Sumenep tersebut.

Reporter: Imam Syafi’i

Redaktur: Sule Sulaiman

  • Bagikan