Bupati Sumenep Tutup Rokat Dungkek

MediaJatim.com, Sumenep – Di tengah-tengah kesibukannya, Bupati Sumenep KH Busyro Karim, sempat hadir pada acara penutupan acara rokat dhisa (petik laut) yang diadakan oleh warga Desa Dungkek, Dungkek, Sumenep.

Acara tersebut dilaksanakan selama 7 hari (21-27/12) dengan 9 kegiatan, salah satunya adalah Festival Perahu Hias yang diadakan pada Senin siang (25/12). Sedangkan penutupannya dikemas dengan pengajian umum yang bertempat di Lapangan Sepak Bola Dungkek pada Rabu malam (27/12).

Kepala Desa Dungkek, Jumahri, menghimbau kepada seluruh masyarakat Dungkek dan sekitarnya untuk menghadiri acara pengajian umum yang akan dihadiri oleh qori’ nasional dan penceramah kondang asal Kalisat Jember.

Baca Juga:  Tuntas! KKKS EML Santuni Yatim 15 Desa di Sumenep

“Mohon kehadirannya di Lapangan (Sepak Bola) Dungkek, pengajian umum dalam rangka Rokat Disa dengan penceramah KH. Syaiful Bahri Aminullah dari Kalisat Jember. Qori’ Ustadz Acmad Satun al-Qowarir, S.HI., M.HI. juara nasional Sumatera Selatan,” ungkapnya via WA.

Dalam sambutannya, Kades Dungkek, Jumahri, mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh masyarakat Dungkek, terutama kepada panitia dan seluruh partisipan yang telah ikut andil dalam menyukseskan acara Rokat Dhisa. Selain itu, dia mengungkapkan bahwa tujuan diadakannya Rokat Dhisa adalah untuk ketenteraman dan kebaikan Desa Dungkek ke depan.

Menurut Bupati Sumenep, acara semacam Rokat Dhisa perlu dipertahankan karena selain menghibur juga di dalamnya terdapat nilai-nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh nenek moyang,

Baca Juga:  Dua Artis Beken Bakal Hadiri Festival Seni OSIS Dafa

“Kita harus mempertahanakan tradisi dan membangun dinamisasi, Petik Laut itu bagus, bisa menghibur masyarakat dan juga terdapat budaya,” ungkapnya.

Sebelum mengakhiri sambutannyan, dia sempat menyinggung tentang tempat-tempat wisata yang ada di Kecamatan Dungkek, salah satunya adalah Bukit Kalompek, dengan adanya Bukit Kalompek dia mengharap potensi desa semakin berkembang.

“Kita harus bersama-sama membangun potensi yang ada di desa, seperti halnya Bukit Kalompek, tempat-tempat wisata akan semakin baik dan terhindar dari kemaksiatan jika yang mengelolanya itu santri,” jelasnya.

Reporter: Saiful Fawait

Redaktur: Sule Sulaiman

WhatsApp chat