Pesan Mencerahkan Kiai Sibaweh bagi Pasangan Suami-Istri

  • Bagikan

MediaJatim.com, Probolinggo – Kiai Sibaweh merupakan ulama karismatik asal Desa Alastengah, Kecamatan Jabung, Kabupaten Probolinggo. Beliau dikenal oleh banyak kalangan masyarakat, baik di pulau Jawa maupun Madura. Kemasyhurannya tidak lepas dari cara penyampaian ceramahnya yang sederhana, humoris, dan mudah dipahami.

Saat beliau menghadiri selamatan pernikahan Syarifuddin dan Sri Wahyuni Astutik warga Alasnyiur, Besuk, Probolinggo, Sabtu malam (10/02), ceramahnya membuat para undangan tertawa terbahak-bahak. Akan tetapi di balik itu ada pesan tersirat yang mencerahkan.

Dalam ceramahnya Kiai Sibaweh mengatakan, pasangan suami-istri harus menjaga pernikahannya sebaik mungkin. Ini berlaku secara umum baik, yang baru menikah maupun yang sudah tua-tua. Manakala perceraian terjadi akan memiliki dampak negatif dan pasti sama-sama dirugikan.

Baca Juga:  Dies Natalis FIP UTM; Jaga Keharmonisan Lewat Memasak

“Kalau pasangan suami-istri yang bercerai, otomatis suaminya kehilangan keperjajakaannya. Sebaliknya istrinya akan kehilangan keperawanannya. Makanya jangan sekali-kali menghendaki adanya perceraian,” ujar Kiai Sibaweh.

Selain itu, anaknya akan menjadi korban, ia akan haus kasih sayang kedua orangtuanya. Malah yang sering terjadi bapaknya enggan menjadi wali saat anaknya mau menikah. Alasannya, karena ia sudah bercerai sama ibunya. Sehingga, anak tersebut akan mengalami beban moral.

Lebih lanjut kiai Sibaweh mengatakan, pemuda sekarang kerap sebatas gemar menghafalkan doa menikah. Mereka apatis dengan belajar apa saja yang membatalkan nikah. Seorang istri tidak bisa membatalkan nikahnya. Walaupun diucapkan secara berulang-ulang, sekalipun dibuat wiritan tetap tidak membatalkan nikah. Makanya menjadi seorang suami harus bisa menjaga perkataannya agar tidak menyebabkan batalnya nikah.

Baca Juga:  IAIN Madura Gelar Wisuda Virtual Lagi

“Perempuan adalah wadah harta, banyak orang sukses setelah mereka menikah. Bisa dibuktikan mana ada orang belum menikah bisa membangun rumah. Padahal mereka sudah kerja ke Malaysia. Tapi pas mau nikah biayanya menikah masih ditanggung kedua orang tuanya,” tegas Kiai Sibaweh.

Untuk memelihara harta, tiga hal yang perlu diperhatikan meliputi, jangan sampai membuat hati orang tua kecewa, istri dilarang boros sebisa mungkin ia cerdas mengelola hartanya dan yang terakhir laki-laki harus jujur tidak boleh bohong tentang pendapatan penghasilannya.

Reporter: Zainal Arifin

Redaktur: Sule Sulaiman

  • Bagikan
WhatsApp chat