Mozaik-mozaik Impian

  • Bagikan

Judul Buku : Rumah Tanpa Jendela
Penulis : Asma Nadia
Penerbit : Republika Penerbit
Cetakan : I, Oktober 2017
Tebal Buku : vi+215 hal.
ISBN : 978-602-0822-85-3
Peresensi : Ach. Khalilurrahman

Bukan besarnya rumah atau luas halaman dari balik pagar rendah yang memesona Rara, melainkan jajaran pot-pot cantik yang ditaruh di depan jendela-jendela besar rumah tersebut.
Belum pernah Rara melihat jendela sedemikian indah.
Mulai hari itu, ia punya sesuatu untuk diimpikan. Bapak dan Ibu harus tahu.
(Rumah Tanpa Jendela, hal. 17)
***

Selain Rara, Alia juga tengah memperjuangkan mimpi-mimpinya. Gadis dua puluh dua tahun itu kini baru saja melanjutkan studi ke jurusan yang ia minati. Ia memang tidak terlalu miskin, tapi perbedaan kehendak dengan orang tua jelas bukanlah perkara sepele. Atas kemauan Abah-Umminya, dengan rela hati ia harus mengikuti pendidikan sekretaris meski ia tahu, hatinya lebih tertarik pada psikologi.

Alia tentu senang impiannya belajar psikologi telah terwujudkan. Baru-baru ini pula, ia juga merintis sekolah singgah untuk anak-anak. Di sekolah itulah Rara dan teman-temannya belajar. Tetapi, permintaan Abah dan Ummi yang sekonyong-konyong itu membuat resah (hal. 28). Mereka memintanya menikah dengan orang yang tidak ia suka. Padahal cita-cita tingginya teramat sayang bila harus terbengkalai sebab pernikahan itu.

Baca Juga:  Peran Kaum Milenial Dalam Mewujudkan Pemilu Damai dan Berintegritas

Bukan hanya Alia dan Rara, kita pun sejatinya sedang bertarung dengan impian. Memiliki cita-cita adalah hak setiap orang dan mewujudkannya adalah pilihan. Semua orang berhak bermimpi meski terkadang hanya sebagian saja yang mampu meraihnya. Ada yang menyerah karena halangan ekonomi, restu orang tua, atau merasa tak mungkin untuk sukses. Tapi, tokoh-tokoh dalam novel karya Asma Nadia ini jelas bukanlah tipe orang seperti itu.

Rumah Tanpa Jendela menyajikan narasi perjuangan para penggapai cita-cita. Rasa getir perjuangan tak membuat semangat mereka kendor atau berubah haluan. Sebaliknya, mereka telah berhasil mengkonversi jutaan tangis dan kegagalan menjadi semangat yang setangguh baja. Tentu saja ini semua juga berkat kepiawaian penulisnya dalam menggarap cerita. Asma Nadia dikenal sebagai salah satu penulis best seller paling produktif di Indonesia. Sudah lebih dari 50 bukunya diterbitkan dalam bentuk novel, kumpulan cerpen, dan nonfiksi (hal. 211).

Membaca novel ini tak ubahnya seperti menikmati lukisan mozaik yang tersusun dari berbagai keping impian para tokohnya. Penulis dengan piawai mencipta alur dan sudut pandang yang berbeda dalam tiap bagian buku ini. Di awal tulisan, pembaca mungkin akan dibuat bingung dengan alur cerita yang seolah berjalan sendiri-sendiri. Namun jika lebih sabar dan terus membaca hingga akhir, dengan sendirinya kita akan tahu kemana cerita bermuara. Inilah ciri khas gaya bercerita pemilik nama lengkap Asmarani Rosalba. Gaya yang sama bisa kita temui dalam karyanya semisal Surga Yang Tak Dirindukan, atau Assalamualaikum Beijing.

Baca Juga:  Kisah Abadi Seribu Satu Malam

Buku ini sangat cocok untuk dijadikan hadiah bagi adik-adik kita yang sedang berjuang mengejar impian mulianya. Selain sebagai motivasi, paling tidak kita telah memberikan sebuah bahan bacaan yang menginspirasi bagi mereka. Sebab di saat sekarang ini, sulit sekali menemukan bahan bacaan dan hiburan yang ramah anak. Membaca buku ini juga dapat melecut kecintaan kita pada keluarga yang kadang terbengkalai akibat sibuknya beraktivitas.

Lalu bagaimana dengan cita-cita Rara dan Alia? Berkat gigihnya usaha dan doa yang terus dilantunkan, mimpi mereka akhirnya berujung pada kenyataan. Rara akhirnya tinggal di sebuah rumah dengan jendela besar sebagaimana impiannya. Alia juga merasa bahagia. Selain pertunangannya dibatalkan, ia pun menemukan tambatan hati yang baru. Tentu saja, di balik kesuksesan mereka ada suka-duka perjuangan yang menarik untuk disimak. Dan semua cerita itu bisa anda nikmati dalam buku ini.

*)Penikmat buku asal Sumenep Madura.
Pengelola web gratisan terlanjurnulis.blogspot.co.id

  • Bagikan
WhatsApp chat