Jembatan Ambruk, Aktivitas Masyarakat Pakamban Daya Terganggu

Media Jatim

MediaJatim.com, Sumenep – Jempatan di Dusun Tengger, Desa Pakamban Daya, Kecamatan Pragaan yang menjadi salah satu jalan penghubung antara kabupaten Sumenep dan Pamekasan, Kamis (22/02) lalu, mengalami ambruk sebab hujan turun dengan sangat deras hingga mengakibatkan volume air melampauan batas.

Akibatnya aktivitas masyarakat setempat terganggu. Alfin, salah satu warga setempat meminta kepada Pemerintah Desa untuk segera mencarikan solusi agar aktifitas masyarakat kembali lancar, seperti buatkan jembatan sementara dari bambu. Meski hanya khusus akses pejalan kaki saja.

“Kami berharap Pemerintah Desa segera mengambil tindakan membangun kembali jembatan yang terputus. Disebabkan masyarakat sehari-harinya banyak yang lewat jembatan tersebut,” ujar Alfin saat melihat jembatan.

Baca Juga:  Ramadhan Berkah, Anggota DPR RI Fraksi PKB Gelar Aksi Melayani Indonesia

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Pakamban Daya, Khalid lewat sekretarisnya, Hafidzi mengatakan terkait jempatan yang roboh masyarakat tidak usah gelisah. Karena jembatan tersebut sudah masuk pada prioritas usulan pembangunan yg diusulkan warga Dusun Tengger disaat Musyawarah Dusun (Musdus) dan Musrenbangdes.

“Jadi Pemerintah Desa tidak bisa mengajukan kejadian bencana tersebut kepada BPPD Kabupaten, karena jembatan tersebut memang sudah masuk prioritas usulan yang akan didanai Dana Desa (DD) tahun anggaran 2018,” tutur Hafidzi, (23/02).

Kepala Desa, ujar Hafidzi, kemarin menyarankan pada kami untuk dianggarkan dan dijadikan prioritas. Kemungkinan besar bulan Mei jembatan tersebut akan mulai dibangun kembali.

Baca Juga:  Pamekasan Pertahankan WTP untuk Kelima Kalinya

Reporter: Zainal Arifin

Redaktur: Sule Sulaiman