Zaini: Batik yang Dilelang Hanya ‘Cuplikan’ Saja

  • Bagikan

MediaJatim.com, Sumenep – Lelang batik bermotif terak bulan pada gelaran Batik On The Sea di wisata Pantai Lombang, mendapat sambutan meriah. Lelang ini dibuka langsung oleh Bupati Sumenep, Minggu (25/2).

Batik yang memiliki corak bulan purnama dengan warna kuning kemerahan dan mayoritas hitam ini, terjual dengan harga 6 juta rupiah lebih. Namun demikian, batik terak bulan ini diduga bukan yang asli dan telah mengalami modifikasi.

Ketua kelompok pengrajin batik Melati Terang Bulan di Desa Pekandangan Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep, Zaini mengisahkan, bahwa kini nama batik dengan corak bulan purnama itu mengalami perubahan.

“Namanya terang bulan, bukan terak bulan. Saya tidak tahu kenapa bisa berubah,” tutur Zaini.

Baca Juga:  La Nyalla: Tiga Pelajaran Penting dari Kasus Ratna bagi Prabowo-Sandi

Ditambahknnya, pertama kali batik terang bulan dibuat sekitar tahun 1978-1979 oleh ayah Zaini dan kini menjadi nama kelompok Melati Terang Bulan.

“Disini ada pembatik terang bulan yang pertama kali, namanya Bunira. Tapi sudah sangat sepuh,” lanjut Zaini.

Meski corak batik bisa dibuat, motif batik terang bulan sudah ada pakemnya. Namun yang diketahuinya, kini sudah banyak berubah.

Lebih lanjut Zaini menyakini, batik bermotif terang bulan yang dilelang pada gelaran Batik On The Sea adalah batik baru dan hanya “cuplikan” dari motif terang bulan yang asli.

“Disini hanya tinggal satu yang ada. Peninggalan yang dulu. Kalau yang dilelang itu kan baru dibuat,” jelasnya.

Baca Juga:  Bernuansa Pornoaksi, ISNU Desak Bupati Tunda Visit Sumenep

Lelang batik terak bulan, menjadi salah satu rangkaian acara dalam gelaran Batik On The Sea. Selain membatik bersama di pinggir pantai, digelar pula fashion show tingkat anak dan remaja serta photografi contest.

Dalam sambutannya bupati Sumenep mengklaim, gelaran event ini merupakan yang pertama di Indonesia.

“Dan ini terselenggara tanpa membebani APBD Kabupaten Sumenep,” terang A. Busyro Karim dalam sambutannya.

Selain Putri Indonesia, hadir pula sejumlah pihak Kementerian Pariwisata Pusat dan Direktur Jenderal Taipei Economic and Trade Office (TETO) beserta rombongan.

Reporter: Nur Khalis

Redaktur: Sule Sulaiman

  • Bagikan