Segenap pimpinan dan karyawan_20240408_235739_0000
Tokoh  

Ning Aida; Jejak Langkah Kaum Santri Meretas Karir Politik

Media Jatim

Aida Lutfiah, namanya. Wanita berkacamata ini lahir dari pasangan H. Abdul Azis dan Hj. Khalifah ketika kalender menunjuk pada angka 12 Maret 1976 di Tanggul, Jember.

8_20240408_234212_0006
21_20240408_234212_0019
5_20240408_234212_0003
2_20240408_234211_0000
3_20240408_234211_0001
10_20240408_234212_0008
Diskon_20240411_102039_0000

Sejak kecil, ia tumbuh dan besar di lingkungan yang kuat tempaan keagamannya. Maklum, ia adalah cucu KH. Abdul Faqih, pendiri Pondok Pesantren Nurul Huda, Desa Pondok Joyo, Kecamatan Semboro, Jember.

6_20240408_234212_0004
14_20240408_234212_0012
7_20240408_234212_0005
Diskon_20240408_235150_0000
24_20240408_234212_0022
13_20240408_234212_0011

Perjalanan hidup Ning Aida –sapaan akrabnya– memang tak jauh-jauh dari pesantren. Memasuki usia remaja, ia nyantri di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Probolinggo. Di pesantren yang terletak di Kecamatan Paiton itu, ia mengenyam pendidikan Madrasah Aliyah.

23_20240408_234212_0021
18_20240409_074953_0001
11_20240408_234212_0009
12_20240408_234212_0010
22_20240408_234212_0020
19_20240408_234212_0017

Keluarga besar Ning Aida sangat konsen terhadap pendidikan anak-anaknya. Ini tentu tak lepas dari pemahaman mereka tentang betapa pentingnya pendidikan. Karena itu, dukungan untuk Ning Aida tak pernah sunyi.

Baca Juga:  Antara Silsilah Nasab dan Silsilah Ilmu

Selepas dari Nurul Jadid, Ning Aida melanjutkan ke STAIN Jember mengambil jurusan Pendidikan Bahasa Arab. Tidak cukup sampai di situ, ia pun melanjutkan ke Pasca Saraja IAIN Jember dengan memperdalam Manajemen Pendidikan Islam.

Sampai di sini, logika mengatakan bahwa secara linier ‘bakat’ Ning Aida adalah mengajar, dosen dan sebagainya. Namun garis takdir berbicara lain. Justru dalam perjalanan berikutnya, ia lebih banyak bersinggungan dengan dunia politik. Sebuah dunia yang digeluti suaminya, Moch Eksan.

9_20240408_234212_0007
20_20240408_234212_0018
15_20240408_234212_0013
17_20240409_074953_0000
16_20240408_234212_0014
Diskon_20240409_180711_0000

Jelas peran Ning Aida tak bisa dianggap sepele di belakang kesuksesan Moch Eksan, sejak mulai dari menjadi anggota KPUD Jember, Ketua DPD Partai NasDem hingga akhirnya terpilih sebagai anggota DPRD Jawa Timur. Dari ‘pergumulan’ tersebut, ibu dari Dzaki Rabbani Ramadhan dan Rizqina Syawala Fitri ini, akhirnya mantap untuk terjun di dunia politik mengitu jejak sang suami. Posisi barunya sebagai Ketua Garnita Malahayati NasDem Jember, jelas sebuah indikasi bahwa politik menjadi pilihan Ning Aida.

Baca Juga:  Inilah Rahasia Sukses Kusyairi Raih Juara 1 Dosen Teladan

Ning Aida, adalah satu dari sedikit wanita yang berlatar belakang santri yang mencoba meretas karir di dunia politik. Baginya, apapun yang menjadi pilihan karirnya, tentu itu tak boleh mengabaikan tugas primernya sebagai istri dan ibu dari dua anaknya.

“Suami dan keluarga adalah nomor satu. Kerja politik atau apapun, harus diniatkan untuk ibadah. Dan insya Allah tak ada yang sia-sia,” ucapnya suatu ketika.

Layar sudah terkembang dan sauh telah dilepas, itu pertanda perahu akan segera berangkat mengarungi samudra yang maha luas. Itulah posisi Ning Aida sat ini. Nakhoda yang ulet tak mudah menyerah meski gelombang siap menghadang. Semoga sukses. Alfun mubaarok lakum….!

Reporter: Aryudi A Razaq

Redaktur: Sule Sulaiman

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sampang_20240410_124753_0000
4_20240408_232459_0003
6_20240408_232459_0005
1_20240408_232458_0000
Dinas lingkungan hidup kabupaten sumenep_20240408_232720_0000
7_20240408_232459_0006
3_20240408_232459_0002
8_20240408_232459_0007
2_20240408_232459_0001