Dituduh PKI, Kuliah Umum Saut Sitomurang Dibatalkan

  • Bagikan

MediaJatim.com, Jember – Diduga membawa ideologi komunis, acara kuliah umum bersama Saut Sitomurang di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember (FIB UNEJ) dibatalkan sepihak. Pembatalan tersebut dilakukan oleh pihak dekanat FIB sehari sebelum acara dlaksanakan (20/03).

Menurut keterangan dari Komunitas Tanah Liat, pengundang pertama, pembatalan tersebut dikarenakan ada ancaman dari Rektorat UNEJ kepada dekanat FIB dengan dalih bahwa Saut Sitomurang membawa misi penyebaran ideologi komunisme.

Sejatinya, kedatangan Saut Sitomurang ke Jember atas undangan Komunitas Tanah Liat untuk mengisi diakusi sastra, politik, dan politik sastra yang baru-baru ini marak diperbincangkan. Acara itu dilaksanakan di gedung Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJE). Untuk mempermudah pelaksanaan, panitia menawarkan kerjasama dengan dengan FIB UNEJ.

Baca Juga:  The Implications Of any Increasing Existence Of Overseas Women In Italy

“Pihak dekanat tidak memberi kejelasan, mau atau tidak untuk kerjasama. Jadi kami menarik kembali kerjasama itu dan menganggap sudah batal. Selang beberapa jam kemudian FIB menyatakan kesanggupannya. Kami sudah sepakat melaksanakan acara sendiri, tetapi FIB tetap memaksa. Akhirnya kami memberikan kesempatan untuk melaksanakan acara pada waktu dan tempat terpisah,” papar Alif Raung Firdaus, panitia acara.

Atas pembatalan sepihak tersebut, ia mengaku sangat kecewa. Apalagi pembatalan dilakukan via whatsapp tanpa ada klarifikasi yang jelas dan gamblang.

“Bagaimana mungkin mereka (FIB UNEJ) melakukan pembatalan hanya karena alasan yang tidak masuk akal. Hanya karena Saut Sitomurang pernah memakai kaos palu arit sudah dituduh Komunis. Padahal foto-foto itu diambil di luar negeri, yang tak ada bedanya di sana mau memakai kaos bergambar kakbah, banteng atau beringin sekalipun,” tambahnya.

Baca Juga:  Hoaks Covid-19 dan Makanan, Perlu Diluruskan!

Saut Sitomurang juga membenarkan atas tuduhan itu. Pada laman akun facebook, ia menyatakan, “Ya, Universitas Jember takut sama kaos!”

Reporter: Haris SP

Reporter: Sulaiman

  • Bagikan
WhatsApp chat