Petani Songgon Was-was Terkena Dampak Longsor

MediaJatim.com, Banyuwangi – Sejumlah masyarakat Desa Parangharjo Kecamatan Songgon Banyuwangi mengeluhkan dampak erupsi tanah longsor di wilayah kaki Gunung Raung. Akibat erupsi tersebut, sungai-sungai dan perairan di area persawahan setempat menjadi keruh bercampur material lumpur dan pasir.

Erupsi yang sudah berjalan sekitar 4 bulan ini juga mengakibatkan tanaman petani di area persawahan rusak, lantran tanaman milik petani di wilayah Kecamatan Songgon tidak bisa berkembang dengan baik, lantaran tanahnya mengeras saat terkena sinar matahari.

“Tanah di sawah menjadi keras. Tanaman tidak bisa tumbuh alias kerdil. Hingga saat ini masih belum ada solusi mengatasi air keruh yang mengairi area persawahan. Semua tanaman milik petani pertumbuhanya tidak normal,” jelas Subiyanto, petani setempat, Minggu (8/4).

Informasi dari beberapa warga, penyebab air sungai keruh dan merusak tanaman itu diduga dari faktor aliran sungai yang berada di bawah kaki Gunung Raung tertutup pohon-pohon yang tumbang.

Baca Juga:  Hadirilah! Reuni Akbar 4 Alumni Yayasan As-Syahidul Kabir

Akibatnya, aliran sungai tidak dapat mengalir satu arah. Akibatnya, volume debit air itu terlihat seperti bendungan. Bahkan, genangan air yang menyerupai bendungan ini diperkirakan seluas 3 hektoare dengan kedalaman sekitar 25 meter, lokasinya berada di tebing.

“Ini sangat membahayakan, jika air yang menyerupai bendungan ini jebol, bisa mengakibatkan banjir bandang,” terang Musidi, yang juga warga setempat.

Tanah yang tergerus air itu mengalir melalui sungai yang pada akhirnya sungai menjadi dangkal karena tertutup pasir dan lumpur, hingga mengalir ke irigasi persawahan.

“Sungai dan irigasi persawahan banyak pasir. Lumpurnya ini yang akhirnya merusak tanaman,” pungkas Mursidi.

Baca Juga:  Peringati HUT RI, Yayasan Yatim Mandiri Cabang Gresik Bagikan Paket Sembako Kemerdekaan dan Doa Kebangsaan

Reporter: Yudi Irawan

Redaktur: Sulaiman

WhatsApp chat