IMG-20240616-WA0023
IMG-20240616-WA0022
IMG-20240616-WA0001

6 Warga Banyuwangi Diduga Tewas Akibat Miras

Media Jatim

MediaJatim.com, Banyuwangi – Warga Banyuwangi yang diduga tewas akibat miras terus bertambah dalam beberapa hari terakhir. Hingga saat ini, terdapat 10 pasien yang masuk di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan Banyuwangi, terdiri 6 pasien meninggal dunia, 3 pasien masih dirawat, dan 1 pasien sudah dipulangkan.

IMG-20240615-WA0011
IMG-20240616-WA0002
IMG-20240615-WA0010
IMG-20240616-WA0003
IMG-20240616-WA0005

Pasien yang meninggal dunia berinisial, SD (42) warga Desa Glagah, AR (23) warga Kelurahan Singotrunan, HB (24) warga Kelurahan Boyolangu, AP (25) warga Kelurahan Kertosari, FN (27) warga Desa Lugonto, dan MY (51) warga Kelurahan Temenggungan.

IMG-20240616-WA0004
IMG-20240616-WA0007
IMG-20240616-WA0008
IMG-20240616-WA0006
IMG-20240616-WA0009

Yang masih dirawat, berinisial EB (32) warga Kelurahan Klatak, SA (40) warga Kelurahan Mojopanggung, dan BY (25) warga Kelurahan Kalipuro. Satu pasien diperbolehkan pulang berinisial ET (24) warga Perum PKBR, Kelurahan Singotrunan. Data ini disampaikan Direktur RSUD Blambangan Banyuwangi, dr. Taufik Hidayat ke sejumlah media, Kamis (19/4).

Dalam konfirmasinya, Dr. Taufiq direktur rumah sakit milik pemerintah tersebut secara kesuluruhan pihaknya belum bisa memastikan jika para pasien itu meninggal setelah menenggak miras. Menurutnya pasien tersebut ada yang meninggal di IGD, diruang perawatan, bahkan ada yang meninggal dalam perjalanan ke RSUD.

IMG-20240615-WA0017
IMG-20240615-WA0016
IMG-20240616-WA0026
IMG-20240616-WA0013

“Kami tidak berani memastikan, karena pihak keluarga tidak mengijinkan dilakukan otopsi, sehingga kami tidak berani menyimpulkan,” terang Dr Taufiq, Kamis (19/4).

Kata Dr. Taufik, data yang diterima dari keluarga pasien juga tidak lengkap. Namun, mereka mengaku kalau pasien awalnya menenggak minuman keras.

Baca Juga:  Kepala Diskopindag Sampang Tepis Tudingan Bakal Pakai Cara Kejam untuk Relokasi Pasar Srimangunan

“Informasi yang kita terima dari keluarga pasien bermacam – macam, ada yang bilang pasien minum -minuman keras 3 hari sebelumnya, ada yang satu hari sebelumnya, bahkan ada juga yang satu jam sebelumnya. Mereka kebanyakan di bawa ke RSUD dalam keadaan kritis,” jelasnya.

Dia memaparkan, bahwa pasien meninggal karena keracunan atau bisa juga karena penyakit yang diderita masing – masing pasien. Contohnya, ada peminum yang punya sakit jantung, ada juga yang punya penyakit sesak, dan juga kencing manis.

“Penyakit masing – masing pasien tidak bisa kita informasikan karena termasuk kerahasiaan pasien,” pungkas Dr. Taufuq.

Sementera, salah seorang petugas RSUD Blambangan mengatakan, awal pasien berinisial EB masuk ruang Internal III C, tercium aroma miras.

“Bau arak,” jelas petugas yang enggan disebut namanya tetsebut.

Reporter: Yudi Irawan

Redaktur: Sulaiman