IMG-20240616-WA0023
IMG-20240616-WA0022
IMG-20240616-WA0001

Indonesia Bukan Krisis Orang Pintar, Tapi Krisis Orang Benar

Media Jatim

MediaJatim.com, Pamekasan-Pendidikan dan moralitas merupakan hal yang teramat penting bagi kemajuan sebuah bangsa. Sumberdaya alam yang melimpah ruah namun jika tidak diiringi dengan sumberdaya manusia yang memadai dan bermoral, maka kekayaan alam itu tak akan banyak berguna untuk mendongkrak kesejahteraan rakyat.

IMG-20240615-WA0011
IMG-20240616-WA0002
IMG-20240615-WA0010
IMG-20240616-WA0003
IMG-20240616-WA0005

Demikian diungkapkan oleh anggota Komisi E  DPRD Jawa Timur, Moch Eksan saat menjadi pemateri dalam Seminar Nasional di aula STAIN Pamekasan, Madura, Rabu (2/4).

Menurutnya, pendidikan moral seharusnya menjadi satu kesatuan dalam sistem pendidikan nasional dengan pembagian jam pelajaran yang proporsional sehingga lahir orang-orang pintar dan benar.

IMG-20240616-WA0017
IMG-20240616-WA0014
IMG-20240616-WA0018
IMG-20240616-WA0031
IMG-20240616-WA0024

“Carut marutnya bangsa ini bukan karena  krisis orng pintar. Orang pintar banyak. Tapi yang benar sulit,” ujarnya.

IMG-20240615-WA0017
IMG-20240615-WA0016
IMG-20240616-WA0026
IMG-20240616-WA0013

Dalam pandangan mantan guru bahasa Arab tersebut, pesantren dan lembaga keagamaan selama ini telah ikut berkontribusi besar dalam menyuplai orang yang pintar dan benar. Sebab, pesantren menerapkan sistem pendidikan yang berimbang antara pendididkan umum dan agama. Pendidikan agama sendiri merupakan sumber moral.

Baca Juga:  Ruang Komisi III DPRD Pamekasan Diduga Jadi Tempat Main Judi Slot

“Pesantren itulah yang banyak melahirkan generasi bangsa mumpuni dan bermoral,” lanjutnya.

Demikian juga dengan perguruan tinggi Islam semisal STAIN,  tentu telah banyak melahirkan  tenaga pendidik yang mumpuni dan tokoh-tokohhebat yang  telah berkiprah di negeri ini. Sehingga keberadaannya perlu terus didukung.

“Saya sendiri lulusan STAIN Jember tak pernah minder berhadapan dengan  siapapun,”  terangnya.

Reporter : Aryudi Abdul Razaq

Redaktur: Sulaiman