Keterangan Kapolsek Kabat Soal Potongan Kaki yang Menggemparkan

  • Bagikan

MediaJatim.com, Banyuwangi – Jumat (4/5) sekitar Pukul 07.00 WIB, warga Dusun Kedawung Desa Pondoknongko Kecamatan Kabat dihebohkan dengan penemuan gundukan tanah menyerupai kuburan baru di area makam, lingkungan RT 1 RW 2 dusun setempat, sekitar pukul 07.00 WIB. Karena penasaran dari bau yang menyengat, gundukan makam itu dibongkar warga.

Di kedalaman 3 sentimeter di bawah gundukan itu ditemukan bungkusan kain kafan menyerupai bentuk bayi. Setelah dicek ke RSUD Blambangan, ternyata apa yang dirumorkan warga sebuah orok atau bayi itu, ternyata potongan kaki sebelah kiri manusia dewasa yang baru dikubur pemiliknya, di area makam setempat.

Dari hebohnya warga sekitar, Kepolisian Sektor Kabat langsung bertindak dan melakukan penyelidikan mencari siapa pemilik kaki yang diamputasi, karena sebuah penyakit. Hasilnya, Sabtu (6/5) polisi berhasil mengetahui siapa pemilik potongan kaki yang menghobohkan warga tersebut.

Kapolsek Kabat AKP Supriyadi menjelaskan setelah dilakukan penyelidikan, potongan kaki itu milik warga berinisial AP (28), kelahiran Cirebon 24 November 1990, Dusun Cipeujeuh Wetan, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon Jawa Barat.

Dari keterangannya, AP mengaku kakinya harus diamputasi setelah dia mengalami kecelakaan saat bekerja di dalam kapal ikan milik PT. Jaya Kota, di laut Meraoke. Saat itu, kaki kiri AP terlilit tali jaring ikan dan membentur kayu dalam kapal saat di tengah laut. Dari insisden itu, kaki AP sebelah kiri mengalami patah tulang pada paha dan pembuluh darah besar di kaki tersumbat atau terputus. Kejadian ini dialami AP, Tanggal 17 April 2018.

Baca Juga:  Langkah Cerdas Pemdes Kertagena Tengah Sambut Tahun 2018

Dari kecelakaan itu, kemudian AP dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Angkatan Laut Meraoke, di sini pihak rumah sakit menyarankan kaki sebelah kiri dari lutut hingga ujung jaribkaki AP diamputasi. Mendengar itu AP menolak. Kemudian pihak perusahaan yang memperkejakan AP merujuk ke RS Sanglah Bali. Di sinipun, AP juga disarankan untuk amputasi.

AP juga enggan berobat alternatif. Kemdudia rekan AP berinsial DS (30) warga Bandung Jawa Barat, membawa AP ke sangkal putung wilayah Gintangan Rogojampi. Lagi – lagi, pihak sangkal putung tidak bersedia dan menyarankan AP datang ke rumah sakit untuk berobat.

Dari saran itu, kemudian DS membawa AP ke RS Yasmin Banyuwangi. Di rumah sakit ini kaki sebelah kiri AP disarankan untuk diamputasi. Karena kondisi kaki AP sudah membusuk dan bau, AP bersedia kakinya tersebut dilakukan amputasi. Proses itu dilakukan pihak RS Yasmin, Tanggal 28 April 2018 sekitar Pukul 18.00 WIB.

Baca Juga:  Acquiring Brides Via Russia

Setelah proses itu dilakukan, potongan kaki AP awalnya diserahkan ke pihak RS Yasmin untuk dikubur, namun pihak RS Yasmin tidak bersedia. Kemudian pihak PT Jaya Kota, berinisial MD meminta bantuan temannya berinsial MB (36) warga Desa Kalirejo Kecamatan Kabat, untuk menguburkan potongan kaki AP.

Saat itu juga MB, meminta bantuan warga Pakistaji Kecamatan Kabat bernisial HR, untuk menguburkan potongan kaki tersebut. Kemudian HR mengubur potongan kaki AP di area makam Dusun Kedawung Desa Pondok Nongko. Karena saat itu sudah larut malam dan takmir masjid tidak ada, HR memasukan uang Rp 500 ribu di kotak amal masjid, tanpa diketahui warga sekitar.

Akhirnya, potongan kaki ini menjadi ramai di kalangan warga, saat warga melakukan kerja bakti di area makam Dusun Kedawung. Ramai, karena kuburan potongan kaki ini menimbulkan bau busuk yang menyengat.

“AP membenarkan dan mengakui. AP saat ini masih dalam perawatan di RS Yasmin. Hal itu diperkuat dari resume medis Rumah Sakit Yasmin. AP juga mengaku jika kaki sebelah kirinya sudah amputasi di RS tersebut, dan dikubur di TPU Dusun Kedawung,” jelas AKP Supriyadi SH.

Reporter: Yudi Irawan

Redaktur: Sulaiman

  • Bagikan
WhatsApp chat