oleh

Lagi! Wartawan Jadi Korban Caci Maki Saat Liputan

MediaJatim.com, Sumenep – Perlakuan tidak menyenangkan terhadap wartawan saat melakukan peliputan kembali terjadi. Oknum staff Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep diduga menghalang-halangi tugas wartawan elektronik saat hendak melakukan peliputan di kantor dinas setempat.

Dari video yang beredar, terungkap bahwa oknum staf tersebut diketahui membentak-bentak dan melontarkan kata-kata kasar, Selasa (08/05).

Didik Setia Budi, wartawan televisi yang mendapat perlakuan kurang menyenangkan tersebut menuturkan, kedatangannya ke dinas setempat untuk meminta konfirmasi terkait penyakit yang diderita dua bersaudara yang mengalami lumpuh puluhan tahun di desa Longos Kecamatan Gapura Sumenep.

Baca Juga:  Harga Ayam Hidup Anjlok, Inkopsim Desak KPPU Turun Tangan

“Saat hendak wawancara, saya diminta membuat surat permohonan wawancara kepada kepala dinas,” tutur Didik saat memulai pengakuannya.

Meski sudah menunjukkan Id Card yang dimiliki, lanjut Didik, oknum staff Dinkes tersebut tetap ngotot dan dengan nada tinggi melontarkan kata-kata tidak pantas pada dirinya.

Tidak hanya itu, oknum staff Dinkes yang diketahui berinisial RK tersebut bahkan mencaci maki sambil memukul kamera milik Didik.

“Padahal saya datang baik-baik, tapi sikapnya (RK) kayak bukan abdi negara,” keluhnya.

Secara terpisah Kepala Bidang Kepegawaian Dinas Kesehatan Sumenep, Nur Iksan tidak menyangkal adanya kejadian itu. Menurutnya, mungkin staff yang bertindak kurang menyenangkan tersebut karena dalam kondisi kelelahan karena sudah bekerja seharian.

Baca Juga:  Jelang Purna Tugas, Karwo-Ipul Gelar Aksi Prestasi 2019

“Mungkin karena kelelahan, Mas. Seharian,” jawab Iksan santai.

Selama ini, tambah Iksan, secara prosedur tidak perlu melayangkan surat permohonan wawancara kepada kepala dinas.

“Kita kan selama ini terbuka ke temen-temen media,” tambahnya.

Menyikapi kejadian tidak menyenangkan tersebut, pihaknya berjanji akan segera berkoordinasi dengan kepala dinas kesehatan.

“Besok akan kami diskusikan. Dengan staff itu, saksi dan Kadis juga,” tutup Iksan.

Reporter: Nur Khalis

Redaktur: Sulaiman