PERIODE II

Lagi! Wartawan Jadi Korban Caci Maki Saat Liputan

Media Jatim

MediaJatim.com, Sumenep – Perlakuan tidak menyenangkan terhadap wartawan saat melakukan peliputan kembali terjadi. Oknum staff Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep diduga menghalang-halangi tugas wartawan elektronik saat hendak melakukan peliputan di kantor dinas setempat.

Dari video yang beredar, terungkap bahwa oknum staf tersebut diketahui membentak-bentak dan melontarkan kata-kata kasar, Selasa (08/05).

Didik Setia Budi, wartawan televisi yang mendapat perlakuan kurang menyenangkan tersebut menuturkan, kedatangannya ke dinas setempat untuk meminta konfirmasi terkait penyakit yang diderita dua bersaudara yang mengalami lumpuh puluhan tahun di desa Longos Kecamatan Gapura Sumenep.

“Saat hendak wawancara, saya diminta membuat surat permohonan wawancara kepada kepala dinas,” tutur Didik saat memulai pengakuannya.

Baca Juga:  Ketua Ansor: Jadilah Penentu Nasib, Bukan Peminta Nasib!

Meski sudah menunjukkan Id Card yang dimiliki, lanjut Didik, oknum staff Dinkes tersebut tetap ngotot dan dengan nada tinggi melontarkan kata-kata tidak pantas pada dirinya.

Banner Iklan Media Jatim

Tidak hanya itu, oknum staff Dinkes yang diketahui berinisial RK tersebut bahkan mencaci maki sambil memukul kamera milik Didik.

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sampang_20240713_064735_0000
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sampang_20240713_064736_0002
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sampang_20240713_064736_0001

“Padahal saya datang baik-baik, tapi sikapnya (RK) kayak bukan abdi negara,” keluhnya.

Secara terpisah Kepala Bidang Kepegawaian Dinas Kesehatan Sumenep, Nur Iksan tidak menyangkal adanya kejadian itu. Menurutnya, mungkin staff yang bertindak kurang menyenangkan tersebut karena dalam kondisi kelelahan karena sudah bekerja seharian.

Baca Juga:  Ringankan Beban Warga Kurang Mampu, Polres Pacitan Distribusikan 10 Ton Beras

“Mungkin karena kelelahan, Mas. Seharian,” jawab Iksan santai.

Selama ini, tambah Iksan, secara prosedur tidak perlu melayangkan surat permohonan wawancara kepada kepala dinas.

“Kita kan selama ini terbuka ke temen-temen media,” tambahnya.

Menyikapi kejadian tidak menyenangkan tersebut, pihaknya berjanji akan segera berkoordinasi dengan kepala dinas kesehatan.

“Besok akan kami diskusikan. Dengan staff itu, saksi dan Kadis juga,” tutup Iksan.

Reporter: Nur Khalis

Redaktur: Sulaiman