PERIODE II

Kemendikbud Usulkan Hari Keris Nasional, Wabup Sumenep Support

Media Jatim

MediaJatim.com, Sumenep – Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud RI melakukan kajian pendukung penyusunan naskah akademik untuk pengajuan Hari Keris Nasional (HKN) kepada Presiden RI di Kabupaten Sumenep, Senin (04/6).

Sejumlah paguyuban keris di Kabupaten Sumenep dilibatkan. Diantaranya Paguyuban Kraton, Pakem, Gapensaka, Kopensaka dan Megaremeng. Tim peneliti juga melibatkan pemerintah desa yang memiliki empu dan pengrajin keris di desa setempat.

“Ini wujud komitmen pemerintah, khususnya Kemendikbud, mendukung upaya komunitas dan masyarakat perkerisan yang mendambakan HKN,” ujar Unggul Sudrajat, ketua tim penelitian Balitbang Kemendikbud.

Menurut Unggul, penelitian yang dilakukan sejak tahun 2011 hingga 2016 menunjukkan bahwa keris mempunyai dampak positif yang nyata bagi masyarakat.

Baca Juga:  Poster Kecaman Menolak UU Cipta Kerja Membuat Gagal Fokus

Terbukti mayoritas responden menyatakan setuju penetapan HKN. Data tim peneliti menyebutkan sebanyak 99% menyatakan sepakat dan 80.3% responden diantaranya menyetujui HKN.

Banner Iklan Media Jatim

“Sesuai dengan tanggal pengakuan keris Indonesia oleh UNESCO.” tambahnya.

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sampang_20240713_064735_0000
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sampang_20240713_064736_0002
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sampang_20240713_064736_0001

Jika usulan HKN terealisasi, Unggul optimis akan ada dampak secara langsung kepada empu dan pengrajin keris termasuk di Kabupaten Sumenep.

Sementara itu Wakil Bupati Sumenep Ahmad Fauzi menyambut baik usulan HKM yang direncanakan oleh Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Kemendikbud tersebut.

Baca Juga:  SMAN 1 Sumenep Gelar MPLS, Didik 360 Siswa Baru Jadi Generasi Disiplin dan Berwawasan Luas

Menurut Ahmad Fauzi, penetapan HKN adalah upaya pengakuan secara nasional terhadap keris yang pada 25 November 2005 silam telah diakui sebagai warisan tak benda oleh UNESCO.

“Untuk mensejahterakan ekonomi empu dan pengrajin keris di Sumenep juga,” ungkap Fauzi.

Secara tidak langsung, tambah Fauzi, penetapan HKN akan mempertegas Kabupaten Sumenep sebagai Ibu Kota Keris Indonesia.

“Sumenep adalah negeri para empu. Ingat keris ingat sumenep. Ini branding kami ke depan,” pungkasnya.

 

Reporter: Nur Khalis
Redaktur: Sulaiman