Gerai Sehat Dompet Dhuafa, Solusi Atasi Kesehatan Masyarakat

MediaJatim.com, Madiun – Wakaf akan memberikan manfaat lestari selama aset yang diwakafkan itu terus mengalir manfaatnya kepada penerima manfaat. Rasulullah SAW mengajarkan: Paradigma Wakaf yaitu “Menahan pokoknya dan mengalirkan hasilnya”.

Sedangkan, sedekah bersifat konsumtif, wakaf lebih produktif. Wakaf produktif haruslah menciptakan surplus melalui produksi dan jasa seperti pertanian, perkebunan, peternakan, manufaktur, perdagangan, persewaan dan jasa lainnya. Surplus yang dihasilkan itulah kemudian dimanfaatkan untuk pelayanan sosial yang tidak dibatasi peruntukannya.

Gerai Sehat Madiun merupakan bagian dari pusat pemberdayaan masyarakat Dompet Dhuafa (Pusdayamas) sebagai bagian dari program pemberdayaan berbasis warga. Dan Desa Rejosari, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun menjadi pemberdayaan berbasis wakaf yang pertama.

“Insyaallah keikutsertaan masyarakat akan dilibatkan dalam bentuk relawan atau kader kesehatan melalui program pos sehat, rencana dari gerai sehat ini mempunyai pos-pos aksi layanan sehat dan bekerjasama dengan posyandu. Keterlibatan mereka kepada masyarakat baik kegiatan yang ada di posyandu maupun pos sehat bahkan disaat mengadakan kegiatan seperti senam jantung, senam diabetes, senam lansia, hingga Aksi Layanan Sehat (ALS) secara berkala juga sudah digulirkan sebelum peresmian Gerai Sehat di Madiun”, ucap drg. Imam Rulyawan, MARS, Sabtu (07/07).

Menurut UU Wakaf No. 41 tahun 2004 wakaf dapat berupa benda bergerak dan benda tidak bergerak semisal uang. Wakaf pun bisa dimulai dari menyisihkan uang Rp 10 ribu sebulan secara rutin maka siapapun dapat berwakaf. Wakaf uang sudah dikuatkan oleh Fatwa MUI.

“Kami sangat bersyukur dengan adanya sinergi dari segala komponen masyarakat. Dompet Dhuafa memerlukan tenaga-tenaga yang memahami akan fungsinya, untuk itu Dompet Dhuafa juga melakukan training kesehatan Penyakit Tidak Menular (PTM) bagi masyarakat sekitar Desa Rejosari untuk menjadi kader-kader sehat yang dengan rela mewakafkan tenaga dan waktunya membantu masyarakat lainnya”, tutup drg. Imam Rulyawan, MARS.

Selain peresmian Gerai Sehat, masyarakat dihibur dengan pertunjukan pentas seni wayang jemblung dengan sebagai dalang yakni DR. Purwadi. Dompet Dhuafa (DD) sebagai lembaga filantropi Islam berkhidmat dalam pemberdayaan kaum dhuafa dengan pendekatan budaya melalui kegiatan filantropis (humanitarian) dan wirausaha sosial profetik (prophetic socio-technopreneurship). Adanya pendekatan budaya diharapkan masyarakat semakin mengenal Dompet Dhuafa sebagaimana sunan kalijaga dalam peran dakwah dalam menebarkan agama Islam di Pulau Jawa. (*)