Ketua PWI: Hari Bhayangkara Momentum Polri untuk Berbenah

MediaJatim.com, Pamekasan – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan Abd Aziz menyatakan, HUT Ke-72 Bhayangkara kali ini merupakan momentum bagi institusi Polri untuk berbenah dalam menjalankan tugas-tugas pengamanan dan stabilitas bangsa ini dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“HUT Ke-72 kali ini merupakan momentun yang tepat bagi institusi Polri untuk berbenah secara kelembagaan agar bisa lebih baik, lebih bermartabat dan tentunya lebih profesional, dalam menjalankan tugas-tugas kenegaraan sebagai pengayom dan pelindung masyarakat,” ujar Aziz kepada media di Pamekasan, Rabu.

Tema HUT Ke-72 Bhayangkara yakni “Mengawal Agenda-agenda Nasional di tahun 2018” merupakan tema praktis dan membumi, dimana peran penting dan strategis polisi akan menjadi acuan bagi semua pihak. Netralitas, serta keseriusan institusi ini bisa jadi akan menjadi titik poin untuk agenda-agenda penting berikutnya.

Hanya saja, sambung dia, institusi polri bukan satu-satunya elemen penentu. Peran aktif semua pihak juga akan ikut menentukan bagaimana agenda-agenda penting nasional 2018 tersebut bisa terselenggara dengan baik, sesuai harapan, termasuk TNI, organisasi kemasyarakatan dan media.

“Bantuan media dalam ikut mensukseskan pelaksanaan agenda-agenda nasional 2018 ini, saya rasa sangat penting, dan telah kita sadari bersama, bahwa Polri merupakan salah satu institusi yang telah melek media,” ujar Aziz.

Pewarta Perum LKBN Antara ini mengatakan, kemampuan akan institusi yang melek media ini bisa terlihat dari berbagai publikasi kegiatan yang selama gencar dilakukan oleh institusi berseragam cokelat tersebut. Hampir semua polres di seluruh Indonesia kini telah memiliki media publikasi sendiri dalam situs tribratanews.com. Belum lagi adanya media-media sosial seperti facebook, twitter dan instagram yang dibuat oleh masing-masing satuan, dengan laporan dan foto kegiatan hampir tiap menit.

Melalui pemanfaatan optimal media ini, sambung Aziz, masyarakat bisa mengetahui secara langsung apa yang sedang dan telah dilakukan polisi. “Tapi ini adalah satu sisi,” kata Aziz.

Sisi lain yang perlu diperbaiki seiring dengan kemajuan di bidang media publikasi adalah lemahnya pengungkapan kasus tindak pidana kriminal, khususnya di tingkat lokal Pamekasan.

Berdasarkan diskusi akhir tahun PWI Pamekasan bertajuk “Polisi dan Media” menyebutkan, ada beberapa kasus tindak pidana kriminal di Pamekasan yang menurut Aziz, cenderung kurang diperhatikan. Antara lain kasus pembakaran maling, pembunuhan istri pejabat Dinas Perhubungan (Dishub) dan tindak lanjut kasus pornografi di kantor Pemkab Pamekasan.

“Dalam diskusi akhir tahun teman-teman PWI yang didasarkan pada catatan media, kasus pembakaran maling hidup-hidup itu kan baru ditangani setelah viral di media sosial youtobe dan polres ditegur oleh Mabes Polri,” ujar Aziz.

Dalam kasus pembunuhan istri pejabat Dishub, sampai saat ini belum terungkap, dan demikian juga dengan kasus pornografi masih tinggal dua tersangka yang belum diproses hukum. Padahal kapolres sebelumnya merilis tersangka tiga orang, dan dua diantaranya masih buron.

“Jadi, institusi polisi ini ada kemajuan dari sisi publikasi media, tapi lemah dalam pengungkapan kasus, tapi kelemahan ini tertutupi oleh gencarnya promosi kegiatan, melalui media internal polisi dan media sosial,” ujarnya.

Kasus-kasus yang cenderung terabaikan oleh institusi ini, menurut mahasiswa magister Media dan Komunikasi Unair Surabaya itu, adalah yang berhubungan dengan elit lokal Pamekasan dan kurang menjadi perhatian pimpinan atas.

“Kalau khusus narkoba, itu karena menjadi atensi. Jadi, mau tidak mau harus terus dilakukan,” ujarnya.

Oleh karenanya, sambung Aziz, pada HUT Ke-72 Bhayangkara kali ini, diharapkan bisa menjadi momentum untuk berbenah, sehingga terjadi proses keseimbangan antara promosi dengan kinerja pengungkapan kasus.

Ketua PWI ini menyatakan, media yang baik adalah media yang tidak hanya membantu mempromosikan kegiatan, akan tetapi juga mengingatkan apabila ada institusi ataupun masyarakat.

Reporter: Sulaiman

Redaktur: Aryudi A Razaq