Menyulap Pupuk Kimia Menjadi Nutrisi Hidroponik

MediaJatim.com, Jember-Harga yang cukup mahal dan kesulitan memperoleh nutrisi hidroponik, menjadi permasalahan tersendiri bagi SMK Al-Hidayah Wuluhan. Itu dikarenakan di sekolah ini sedang menggalakkan pertanian modern dengan menggunakan media hidroponik, sistem tanam tanpa menggunakan media tanah. Sistem ini digunakan sebagai inovasi atas keterbatasan lahan pertanian.

Mengatasi hal tersebut, LPPM UIJ tergerak untuk membantu melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan praktek pembuatan nutrisi hidroponik oleh 20 siswa Senin kemarin (27/8). Ini merupakan salah satu komitmen dari UIJ sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Menurut Imam Bukhori Muslim, M.Pd., selaku Ketua PKM, kegiatan ini merupakan keberlanjutan dari kegiatan sosialisasi sebelumnya. Bahan-bahan seperti KNO3, Calcinit, Fe HEEDTA 12%, MgSO4, ZK, ZA, MKP dan Librel BMX diracik menjadi nutrisi hidroponik dengan rasio tertentu. Rasio tersebut ditentukan sesuai fase pertumbuhan tanaman.

“Untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh pada sosialisasi 23 Mei 2018 kemarin, perlu diadakan praktek pembuatan nutrisi secara langsung. Alhamdulillah, siswa lancar mempraktekkan pembuatan nutrisi hidroponik dari awal hingga akhir”, tutur Dosen Pendidikan Biologi UIJ ini.

Selain itu, sesuai dengan jargon SMK yaitu “SMK Bisa dan Siap Kerja” memang perlu adanya produk unggulan sekolah. “Dengan kegiatan ini harapannya sekolah akan terbantu dalam menciptakan produk unggulan,” imbuh Imam.

Apresiasi yang besar ditunjukkan oleh pihak SMK Al-Hidayah Wuluhan. Menurut Miftakhus Saefi, S.P. selaku Guru Produktif Pertanian memang susah mendapatkan nutrisi hidroponik karena yang menjual hanya toko pertanian tertentu saja.

“Selama ini kalau membeli nutrisi hidroponik biasanya lewat toko online atau toko pertanian di Kota Jember. Dengan kegiatan ini, mendapatkan nutrisi hidroponik menjadi lebih mudah”, ujar guru yang berasal dari Ampel Wuluhan ini.

Siswa juga senang bisa mempraktekkan membuat nutrisi hidroponik. Mereka juga bisa mengenal berbagai macam unsur hara.

“Ternyata unsur hara yang dibutuhkan tanaman banyak sekali. Ada unsur hara makro primer, makro sekunder dan unsur hara mikro. Semoga kegiatan semacam ini diadakan lagi di lain waktu” tutur Lutfiyatul Khoiriyah, siswa kelas XII.

Reporter: HS Putra

Redaktur: Sulaiman