IMG-20240616-WA0023
IMG-20240616-WA0022
IMG-20240616-WA0001

La Nyalla Academia Protes Keras Jokowi Disebut “Jancuk”

Media Jatim

MediaJatim.com, Surabaya – La Nyalla Academia, organisasi berorientasi sosial yang dikomandoi Ketua Kadin Jatim La Nyalla Mahmud Mattalitti, menyesalkan sebutan “Jancuk” yang disematkan pembawa acara ke Joko Widodo (Jokowi) dalam deklarasi forum alumni Jatim untuk Jokowi yang digelar di Surabaya, Sabtu (2/2).

IMG-20240615-WA0011
IMG-20240616-WA0002
IMG-20240615-WA0010
IMG-20240616-WA0003
IMG-20240616-WA0005

Koordinator La Nyalla Academia, Baso Juherman mengatakan, meski sebenarnya pembawa acara bermaksud positif saat memberi sebutan “Jancuk”, hal itu tetap dirasa kurang elok.

IMG-20240616-WA0004
IMG-20240616-WA0007
IMG-20240616-WA0008
IMG-20240616-WA0006
IMG-20240616-WA0009

“Menurut kami, itu sangat tidak sopan. Cenderung ke arah penghinaan, meski memang pembawa acara tidak bermaksud menghina. Tapi dalam politik kan kita bicara persepsi publik, apalagi bagi orang non-Surabaya yang selalu menerjemahkan ‘jancuk’ sebagai kata kotor. Ini bahaya karena telah digoreng oleh lawan-lawan politik Pak Jokowi,” ujar Baso Juherman.

Dalam acara deklarasi Forum Alumni Jatim yang digelar di Tugu Pahlawan, Surabaya, tersebut, selain dipanggil “Cak”, Jokowi juga diberi sebutan “Jancuk” oleh pembawa acara. Namun, Jancuk yang dimaksud sebenarnya hal positif, yaitu singkatan dari jantan, cakap, ulet, dan komitmen.

IMG-20240615-WA0017
IMG-20240615-WA0016
IMG-20240616-WA0026
IMG-20240616-WA0013

“Kalau sudah Cak-nya, maka ndak komplet kalau tidak ada Jancuk-nya. Maka Jokowi adalah Jancuk. Apa itu Jancuk? Jantan, cakap ulet, dan komitmen, Saudara-saudara,” kata pembaca acara.

Baso Juherman menambahkan, Presiden adalah lambang negara yang harus dihormati dan dimuliakan.

Baca Juga:  La Nyalla: Tiga Pelajaran Penting dari Kasus Ratna bagi Prabowo-Sandi

“Kami La Nyalla Academia, sebagai bagian dari pihak yang ikut memeriahkan acara deklarasi forum alumni tersebut, meminta maaf atas insiden tersebut. Kami protes keras ke panitia yang secara tidak langsung telah memungkinkan hal itu terjadi karena semestinya semua mata acara benar-benar dikontrol. Jangan sampai keluar dari rel yang ditentukan,” ujarnya.

“Ketua panitianya semestinya memastikan keberhasilan acara serta menghindarkan dari hal-hal yang memalukan semacam ini,” tegas Baso Juherman.

Dia mengatakan, sesuai arahan dari La Nyalla, semua barisan La Nyalla Academia tetap solid menjaga marwah Presiden RI dengan tindakan dan ucapan yang pantas.

“Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, inayah dan hidayah pada presiden RI bapak Ir Joko Widodo. Aamiin,” pungkas Baso Juherman.

Reporter: Ist

Redaktur: Sulaiman