IMG-20240616-WA0023
IMG-20240616-WA0022
IMG-20240616-WA0001

Tak Ditemui Bupati, Peserta Demo Tambang Emas Tumpangpitu Disambut Anggota DPRD Banyuwangi

Media Jatim

MediaJatim.com, Banyuwangi – Aksi demo penolakan tambang emas Tumpangpitu Desa Sumberagung Kecamatan Pesanggaran, kembali berlangsung di depan Kantor Bupati dan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyuwangi Jawa Timur, Selasa (19/2).

IMG-20240615-WA0011
IMG-20240616-WA0002
IMG-20240615-WA0010
IMG-20240616-WA0003
IMG-20240616-WA0005

Sembari membawa sepanduk bertuliskan penolakan tambang emas, para peserta demo juga berkeinginan Bupati Banyuwangi dapat menemui dan mendengar aspirasi warga yang datang berdemo dari Desa Sumberagung didampingi Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia.

IMG-20240616-WA0004
IMG-20240616-WA0007
IMG-20240616-WA0008
IMG-20240616-WA0006
IMG-20240616-WA0009

“Dimana bupati, kami ingin bupati membatalkan IUP perusahaan tamabang emas di Tumpangpitu,” teriak Nur Aini, salah satu orator aksi tersebut.

Karena tak ditemui, kemudian para peserta melakukan Long March menuju Gedung DPRD Banyuwangi, menggelar aksi serupa. Di kantor wakil rakyat ini M. Basir, anggota DPRD dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, bersedia menemui para peserta.

Dihadapan para pendemo, M. Basir memaparkan jika keberadaan tambang emas Tumpangpitu hingga kini tidak ada manfaatannya bagi masyarakat. Terkait administrasi perizinan kata M. Basir, tahap demi tahap tidak sesuai dengan amanat Peraturan Pemerindah (PP) dan Undang – Undang. Seperti lahan pengganti, tidak sesuai PP 10 Tahun 2010. Lahan pengganti seharusnya Clear And Clean.

IMG-20240615-WA0017
IMG-20240615-WA0016
IMG-20240616-WA0026
IMG-20240616-WA0013

“Namun lahan pengganti yang ada ternyata lahan negara yang telah dikelola masyarakat selama ratusan tahun. Seharusnya lahan pengganti Clear dan banding 1 dan 2,” papar M. Basir.

Baca Juga:  Covid-19 Jangan Dianggap Remeh, Kamar Rawat Pasien di Jember Tersisa 30 Persen

Selain itu dia juga menyoroti terkait kepemilikan saham rakyat Banyuwangi yang hingga kini juga belum ada kejelasan. Karena itu, pihaknya yang sejak awal sudah tidak sepakat dengan adanya tambang emas Tumpangpitu terus berusaha mencari dukungan beberapa fraksi yang ada, karena menurutnya Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPRD Banyuwangi yang beranggotakan empat orang, tidak bisa melangkah sendiri. Dia berinisiasi membentuk Pansus, minimal dibutuhkan dua fraksi.

“Kami terus berupaya agar bagaimana teman – teman fraksi lainnya bersedia gabung untuk membentuk Pansus,” pungkas M. Basir.

Aksi ini diakhiri doa bersama. Berlangsunnya aksi berjalan aman, berkat kesigapan aparat dalam mengamankan demo penolakan tambang emas tersebut.

Reporter : Yudi Irawan

Redaktur : Sulaiman