Rauf dan Biya, Pasutri Lansia Pamekasan Ini Bertahan Hidup dengan Jadi Pemulung

MediaJatim.com, Pamekasan- Kesejahteraan sosial di Pamekasan masih menimbulkan tanda tanya. Pasalnya, masih ada warga yang hidupnya memprihatinkan. Hal ini terjadi pada pasangan suami istri, Rauf dan Biya. Pasutri lansia itu bertahan hidup dengan menjadi pemulung. Mereka berdomisili di Desa Palengaan Laok, Kec. Palengaan, Kab. Pamekasan.

Saat reporter mendatangi tempat tinggalnya, Kamis, (28/02/19). Kondisi kamar mandi cukup riskan sekali bahkan hampir mau roboh. Mereka tidur di langgar kayu atau kabhung yang seadanya.

Langgar tersebut, selain menjadi tempat merapikan sampah-sampah hasil kerja kerasnya. Langgarnya juga menjadi tempat tidur mereka, karena mereka tidak memiliki rumah sehingga langgarnya yang dijadikan tempat untuk tidur.

Baca Juga:  Matchmaking Services with respect to Foreign Brides to be

Saat diwawancarai, Rauf mengaku, istrinya yang mencari sampah itu. Ia menuturkan, pihaknya bukan tak mau kerja. Akan tetapi, kondisinya sudah tak memungkinkan.

“Ibu Hj yang berangkat memulung sampah dari pagi dan pulang sore. Saya tidak ikut, karena mata saya sudah tidak bisa melihat lagi,” jelas Rauf.

Jangankan memulung sampah, mau ke kamar mandi saja harus pakek tongkat kayu dan masih perlu dituntun. Dihadapkan pada kondisi itu, lanjut Rauf, pihaknya tidak mampu berjalan sendiri, takut jatuh ata nyasar.

“Jadi, hasil memulung sampah Bu Hj, kita kerjakan atau kita rapikan bersama sebelum nantinya dijual oleh kita,” ungkap kakek tua renta yang sudah berumur 70 tahunan itu.

Baca Juga:  Bupati Hendy: Swab Antigen Jangan Ditakuti

Ia menambahkan, kemarin Ibu Hj sakit selama 22 hari dan selama itu juga dia tidak bisa memulung sampah lagi. Sehingga terpaksa makan uang simpanan dari sisa-sisa hasil memulung sampah kemarin.

“Saya selalu suruh Ibu Hj untuk minum jamu agar tidak sakit, karena kalo dia sakit. Lalu siapa yang mau ngurusin saya,” pungkasnya.

Reporter: Idrus

Redaktur: Sulaiman

WhatsApp chat