Film Garapan Mahasiswa UTM Dapat Apresiasi Luar Biasa

MediaJatim.com, Bangkalan – Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura telah disuguhkan aktivitas yang melibatkan indera penglihatan dan ketajaman pikir, yakni launcing Film yang berlangsung di Café Abell Telang, Kecamatan Kamal, Selasa malam (05/03/2019).

Kegiatan yang diusung oleh Cindicat (Cinema Indie Community) ini mengangkat tema “Berkarakter dalam Berkarya”, dengan mengundang banyak kalangan yang hadir, mulai dari yang hanya menikmati tontonan hingga mengapresiasi dan mencari tuntunan.

Menjelang acara dimulai hujan lebat mendadak turun yang mengakibatkan panitia dan pengunjung turut gelagapan. Namun tak ambil menyerah, panitia penyelenggara tetap melanjutkan acara hingga tuntas.

Setelah hujan sedikit reda, pemutaran film karya Cindicat dimulai. Film pertama dengan judul “Kenapa Sekarang” yang disutradarai oleh Nurfia, dilanjut dengan film kedua “P-E-T-A-K-A” yang disutradarai oleh Adela Prasita, dan ketiga “Ngaturi” yang disutradarai oleh Sovia Eka.

Sampai pada penghujung acara, tepuk tangan bergemuruh dan para sutradara angkat bicara untuk menyampaikan muatan dan gagasan dari masing-masing film yang digarap. Pada diskusi ini apresiasi dibuka lebar kepada semua penonton untuk menanggapi juga memberikan pertanyaan-pertanyaan terkait film yang telah diputar.

Baca Juga:  Wakil Ketua DPRD Pamekasan Kecewa dengan Pabrik Pembeli Tembakau

“Dalam penggarapan produksi film ini, kira-kira boleh dibocorkan sesuatu yang diterima para pemeran, saya sangat yakin aktor-aktor yang sudah berperan apik punya banyak hasil dari proses kreatif tersebut, sehingga kita semua tahu hasil baik juga dipengaruhi kematangan para pemain-pemainnya?,” tanya Paneli, salah satu penonton dalam acara tersebut melontarkan pertanyaan yang membuat diskusi malam itu menjadi lebih hangat.

Selanjutnya, dari hasil diskusi yang panjang, para sutradara memaparkan inti-inti dan pesan yang dapat dibawa pulang untuk para penonton antara lain: Pertama, “Kenapa Sekarang?” mengajarkan penghematan energi listrik, dalam tanda kutip Kalau tidak mengurangi saat ini kapan lagi?.

Film kedua berjudul “P-E-T-A-K-A” berisi tiga orang sahabat yang melanggar larangan di suatu tempat meski sudah banyak peringatan yang menghadang mereka, tetap saja ketiga sahabat ini menerobos peringatan-peringatan itu hingga teror dimunculkan melalui seorang psikopat yang tak mau tempatnya dirusak.

Baca Juga:  Dituding Catut Lambang PMII, Loyalis Khofifah Angkat Bicara

Muatan dari film ketiga yang berjudul “Ngaturi” menceritakan kisah empat sahabat yang mempertahankan nilai permainan yang mengandung mitos-mitos ajaran leluhur terdahulu.

Berbagai harapan dimunculkan untuk terus memupuk keberanian di bidang perfilman juga berpikir yang kompleks mengenai muatan yang ditampilkan dalam film-film karya pemuda pegiat film.

“Kita sebagai generasi muda penerus bangsa penggila film dituntut agar terus meningkatkan prestasi dan menjadi sineas muda untuk membuktikan melalui karya-karya. Tidak hanya di lingkungan kampus sendiri, tetapi juga harus membangun relasi bersama kampus-kampus lain dengan skill yang berbeda. Agar memiliki kolaborasi yang apik dan inovatif untuk dapat bersaing ke kancah Internasional,” tutur mantan ketua Cindicat yang kerap dipanggil Om Ruri.

Reporter: Shafif K A

Redaktur: Sulaiman

WhatsApp chat