Hingga Dini Hari, Jenazah Mantan Ketua STAIN Belum Dikebumikan, Ini Penyebabnya

MediaJatim.com, Pamekasan – Hingga Ahad (10/3/2019) pukul 00.11 dini hari, jenazah mantan Ketua STAIN Pamekasan (IAIN Madura) H Taufiqurrahman, belum juga dikebumikan. Padahal, wafatnya Sabtu sore di RS Noor Pamekasan.

Keluarga almarhum sengaja menahan diri agar jenazah H Taufiq tidak cepat dikebumikan. Sebab, masih menunggu kehadiran putranya yang kuliah ke luar Madura.

“Almarhum masih akan dikebumikan Ahad pagi,” ungkap Affan Afani, salah satu Dosen IAIN Madura yang melayat.

Sebelumnya Sabtu (9/3/2019) sore, civitas akademika Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura dihantam ombak duka. Pasalnya, H Taufiq tutup usia.

Dalam hitungan menit, kabar itu menyebar luas dari individu hingga grup ke grup sosial media. Mulai dari grup mahasiswa, organisasi intra kampus, hingga eks organisasi intra dan ekstra.

Baca Juga:  Hina Gus Mus, Banser Bidik Umar Hamdan

Mendapati kabar itu, sontak doa dan duka mengalir deras. Terlebih, duka dari mahasiswa yang pernah diampu selama kuliah hingga mahasiswa bimbingannya untuk skripsi.

Hasan, salah seorang mahasiswa, mengaku terkejut dengan kabar itu. Padahal, lanjutnya, Kamis (7/03/2019) lalu ia sempat sowan dan almarhum terlihat sehat dan bugar saja.

“Saya pas hari Kamis masih sowan ke beliau. Sehat dan seperti tidak ada tanda-tanda beliau sakit,” komentar Hasan.

Hasan berdoa, almarhum mendapat ampunan dan husnul khotimah. Ia juga bersaksi, Rektor IAIN Madura yang masa jabatannya berakhir 2016 silam itu orang baik.

Baca Juga:  Forum Rektor PTKIN Tegaskan Tak Usulkan Nama Calon Menag

Rofiqi, mantan Ketua Komisariat PK PMII IAIN Madura juga mengatakan hal senada. Ia mengatakan, tidak menyangka dengan kabar itu. “Saya kaget. Saya merasa banyak dosa pada beliau,” aku aktivis yang akrab disapa Fiki itu.

Ia menambahkan, tak ada yang bisa ia lakukan selain mendoakan almarhum. Kepada aktivis dan mahasiswa IAIN Madura, Fiki mengajak untuk bersama-sama mendoakan di rumah, kos, dan kontrakan masing-masing. “Kalau sempat, ya tahlilan ke rumah beliau,” pungkasnya.

Menurut keterangan sementara, almarhum meninggal karena serangan jantung. Informasi itu berdasarkan kabar yang dihimpun dari beberapa grup alumni organisasi dan kerabat dekatnya.

Reporter: Gafur Abdullah

Redaktur: A6

WhatsApp chat