Ada Caleg Bertindak Preman di Pamekasan, Bawaslu Jatim Mengecam

  • Bagikan

MediaJatim.com, Pamekasan – Pemukulan terhadap Ketua dan Anggota Panwascam Waru Pamekasan merupakan tindakan premanisme yang jauh dari semangat demokrasi. Apalagi, itu dilakukan oleh oknum calon legislatif (caleg) yang seharusnya memberi teladan.

Hal demikian ditegaskan Komisioner Bawaslu Jawa Timur Divisi Pengawasan, Aang Khunaifi. Menurutnya, Bawaslu sangat mengecam tindakan tersebut.

“Pemilu adalah ruang kontestasi untuk memilih wakil rakyat yang beradab, namun yang dilakukan oleh oknum caleg terhadap penyelenggara pemilu merupakan tindakan biadab,” tekannya.

Sebagaimana keterangan dari Bawaslu Pamekasan, bahwa pada tanggal 4 April sekitar jam 22.30 terjadi kekerasan fisik dan verbal terhadap Samsul dan Mohammad Tohiruddin, Ketua dan Anggota Panwascam Waru Pamekasan yang dilakukan oleh salah satu oknum caleg dari Kabupaten Pamekasan.

Baca Juga:  Nico: Kader NasDem Harus Punya ‘Sense of Crisis’

Kejadian bermula saat Samsul dan Tohiruddin bersama jajaran lainnya menurunkan APK yang dinilai melanggar aturan. Namun ternyata kerja panwascam tersebut malah berbuah kekerasan. Oknum caleg datang ke lokasi penurunan APK memukul Samsul dan mencekal kerah baju Tohir sembari mengintimidasi mereka.

Oknum caleg itu bukan hanya menggertak, namun berlanjut kepada pemukulan fisik pada sekujur tubuh Tohiruddin.

“Dengan kejadian ini, kami Bawaslu Jatim menyatakan sikap: Pertama, mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum caleg kepada Ketua dan Anggota Panwascam Waru Pamekasan.

Kedua, meminta pihak kepolisian agar segera mengusut tuntas kejadian ini karena kekerasan dalam bentuk apapun tidak dapat dibenarkan dan dapat dipidana.

Baca Juga:  Pilpres 2019, Prabowo Sandi Temui Jusuf Kalla

“Ketiga, mengajak kepada seluruh elemen masyarakat agar tetap menjaga suasana kondusif untuk pemilu damai 2019,” tukasnya.

Reporter: Halili

Redaktur: Sulaiman

  • Bagikan
WhatsApp chat