Mahasiswa UMM Bantu Tingkatkan Nilai Ekonomis Hasil Pertanian

Media Jatim

MediaJatim.com, Malang – Divisi ekonomi dan kewirausahaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 30 Universitas Muhammadiyah Malang menyelenggarakan kegiatan pelatihan pengolahan singkong dan pisang.

IMG-20240220-WA0010
IMG-20240220-WA0008

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 28 Juli 2019, pukul 08.00 WIB, bertempat di balai Desa Ringin Kembar, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Pelatihan pengolahan singkong dan pisang merupakan salah satu program kerja (proker) yang dijalankan oleh KKN UMM Kelompok 30. Kegiatan yang melibatkan ibu-ibu PKK ini bertujuan memberikan inspirasi kepada masyarakat Ringin Kembar mengenai pentingnya pengolahan hasil pertanian sehingga meningkatkan nilai ekonomis dan menambah pemasukan.

Baca Juga:  Слоты Machine - Как сделать лучше шансы для выигрышные игровые автоматы

Tim Divisi Ekonomi dan Kewirausahaan menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari wujud kepedulian terhadap masyarakat Desa Ringin Kembar yang selama ini jarang sekali mengolah singkong dan pisang lebih lanjut, hanya dalam bentuk produk primer saja.

“Sejatinya, pengolahan singkong dan pisang dapat meningkatkan nilai ekonomis sehingga menambah pemasukan masyarakat Ringin Kembar,” ujar salah satu Divisi Ekonomi dan Kewirausahaan KKN UMM Kelompok 30, Djainudin Akbar.

Pisang dapat diolah menjadi keripik pisang dengan variasi rasa, sedangkan singkong diolah menjadi kue mata roda. Pembuatan keripik pisang dan kue mata roda sangatlah mudah dan tidak membutuhkan biaya yang banyak. Pelatihan ini cukup mendapatkan apresiasi masyarakat, khusus bagi yang mengikuti pelatihan.

Baca Juga:  Peduli Lingkungan, Mahasiswa UMM Kerja Bakti Bersama Warga

“Sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak KKN UMM yang telah memberikan perhatian terhadap hasil pertanian Ringin Kembar, khususnya singkong dan pisang. Saya menjadi paham akan pentingnya pengolahan hasil pertanian guna meningkatkan nilai ekonomis,” kata salah satu peserta pelatihan, Suci.

“Dari kedua produk tadi, saya cukup tertarik dengan produk kue mata roda yang terbilang unik. Pembuatan kue mata roda relatif mudah, murah dan lezat saat dimakan. Kami menjadi tertarik untuk membuat kue mata roda dan ingin kami jadikan referensi untuk lomba festival makanan yang rencananya akan diadakan di desa Ringin Kembar dalam waktu dekat,” pungkasnya.

Reporter: Umi Syakdiyah R.

Redaktur: Zul