TPID Kluster Selatan Gelar Bursa Inovasi Desa

  • Bagikan

MediaJatim.com – Banyuwangi – Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Kabupaten Banyuwangi Kluster Selatan menggelar Bursa Inovasi Desa di De Djawatan Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Rabu (18/9).

Kegiatan tersebut diikuti TPID Kecamatan Muncar, Tegaldlimo, Purwoharjo, Bangorejo, Siliragung, Pesanggaran, Tegalsari, Gambiran, Glenmore, Kalibaru, dan Kecamatan Sempu.

Mereka memamerkan produk unggulan dari desa yang sudah berinovasi, mulai dari produk kerajinan, jajanan, hingga pelestarian budaya, dihadiri Camat, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), kepala desa, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMd).

Kusyadi Kepala DPMd mengatakan, dari 28 desa di 11 kecamatan tersebut menampilkan 32 inovasi yang sudah terjaring. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dalam membangun desa untuk kesejahteraan masyarakat, sehingga dana desa bisa ditangkap untuk program mengedepankan sumberdaya masyarakat.

Baca Juga:  Ratusan Ribu Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan

“Jadi, dana desa selain untuk pembangunan fisik, juga untuk SDM masyarakat. Inovasi ini dikatakan berhasil manakala replikasinya berjalan,” jelasnya.

Tenaga Ahli Pendaping Desa Kabupaten Banyuwangi Arip Wicaksono menjelaskan, keterkiatan penggunaan dana desa untuk program inovasi desa dalam penggunaan anggarannya tetap melalui tahapan Musyawarah Desa (Musdes) pemerintah desa bersama BPD.

“Semua yang didanai dana desa mekanismenya harus melalui musdes, baik musdes perencanaan RKP sampai APBDes,” terangnya.

Ketua TPID Kecamatan Muncar Thatit Yuniarto mengatakan, inovasi desa yang menjadi andalan Kecamatan Muncar adalah pengolahan sampah plastik dijadikan kerajinan, seperti tas plastik.

Untuk pelestarian budaya, kesenian tari dan panjak terus dilaksaakan diwilayahnya, difokuskan ke pelajar TK, hingga SMA. Selain itu, lapangan desa juga disulap menjadi tempat ajang silaturahmi masyarakat diwilayah setempat.

Baca Juga:  4 Penjudi Domino di Benculuk Diringkus Polisi

“Semua program ini didanai dana desa, dan sudah berjalan sejak Tahun 2017. Dengan ini kami siap berkomitmem dalam program tersebut,” jelas Thatit.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang tak bisa hadir dalam bursa tersebut karena menghadiri Hut Provinsi Jawa Timur melalui call vidio memberikan selamat ke kecamatan yang program inovasi desanya terpilih.

Pihaknya berharap dengan inovasi yang sudah berjalan tak perlu melakukan study banding ke daerah lain.

“Harapan saya, untuk desa yang sudah terpilih bisa memacu desa lain untuk terus bersemangat dalam melakukan program inovasi desa, seperti yang diharapkan,” harap Anas.

Reporter : Yudi Irawan

Redaktur : Sulaiman

  • Bagikan
WhatsApp chat