oleh

PMII Pamekasan Evaluasi Kinerja KPK

MediaJatim.com, Pamekasan – Ratusan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Pamekasan turun jalan gelar aksi damai. Dalam aksi tersebut, PMII mengkritik dan meminta ketegasan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya, Jum’at (20/09) pagi.

Aksi yang dilakukan PMII Pamekasan ini dimulai dari monumen Arek Lancor Pamekasan dan berhenti di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan.

Dalam aksi tersebut, mewakili peserta aksi, Lian Fawahan menyampaikan, KPK harus tegas dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya.

“Kami atas nama PMII, meminta KPK tegas jalankan regulasi yang ada dan KPK tidak boleh tebang pilih,” salah satu petikan isi orasi Lian di depan aparatur negara dan DPRD yang menemui massa aksi.

Baca Juga:  Bupati Syafii Menuju Jakarta, KPK Tinggalkan Kades Dasuk

Ia menambahkan, banyak kasus yang belum tuntas dan belum diselesaikan oleh KPK. Menurutnya, bukan hanya kasus dalam waktu dekat ini. Tapi banyak kasus-kasus yang belum dituntaskan oleh KPK. Sebagai contoh, lanjutanya, kasus Hambalang, Bank Century dan lainnya.

“Banyak kasus korupsi di negeri ini yang belum diselesaikan oleh KPK. Jadi mohon, kepada pihak pemerintah Pamekasan, melalui DPRD ini, untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan kami,” tegasnya.

Ada empat butir isi tuntutan tertulis yang disampaikan PMII. Pertama, menuntut profesionalitas KPK dan jangan tebang pilih. Kedua, KPK segera menuntaskan kasus yang mangkrak. Ketiga, meminta KPK optimal dalam melakukan pencegahan korupsi. Keempat, KPK mengeluarkan Taliban dari tim tubuh KPK.

Baca Juga:  Lian Fawahan: PMII Milenial Selalu Tepat Waktu

Selang beberapa menit menyampaikan aspirasi dan tuntutannya, massa aksi ditemui oleh perwakilan DPRD setempat.

Al-Anwari, DPRD Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memberikan respon terhadap tuntutan massa aksi. Ia berjanji, akan menampung dan menyampaikan tuntutan PMII.

“Terimakasih sudah menyampaikan aspirasinya. Silakan isi tuntutan adik-adik ini dikemas secara administratif. Kami akan menyampaikan kepada pihak KPK,” saran politikus asal Pasean, Pamekasan tersebut.

Setelah aspirasi dan tuntutan direspon, massa secara damai dan tertib membubarkan diri serta kembali ke Komisariat masing-masing.

Reporter: Gafur

Redaktur: Zul