Mahasiswa Petani dan Aktivis Lingkungan Demo di DPR Banyuwangi

  • Bagikan

MediaJatim.com, Banyuwangi – Massa gabungan organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Untag 1945 Banyuwangi, Perwakilan petani Pakel dan Alasbuluh, Aktifis Lingkungan Yang menolak Tambang emas serentak menggelar aksi demonstrasi di depan pintu selatan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banyuwangi, Selasa (24/9).

Aksi tersebut dikawal Kepolisian Resort Banyuwangi supaya massa tidak memasuki halaman gedung dewan. Sempat terjadi aksi dorong antara petugas kepolisian dan massa yang mencoba merangsek masuk.

Anggota dewan yang berupaya menenangkan pendemo, massa enggan mendengarkannya. Bahkan, beberapa tawaran petugas supaya ada perwakilan yang melakukan dialog, juga tidak digubris.

Baca Juga:  Awal Puasa, Sepanjang Jalan Pasean Diwarnai Lampu Hias

Massa tetap kukuh menolak dan tetap menuntut agar semua massa masuk, serta meminta dewan untuk mengundang hadirkan Bupati Banyuwangi.

“Hampir sepuluh tahun masa kepemimpinan bupati tidak ada satupun kasus tanah yang dituntaskan,” papar Usman, salah satu orator aksi tersebut.

Selain itu, pihaknya juga meminta penghentian operasional tambang emas dan pemulihan kondisi lingkungan yang rusak akibat penambangan emas di Banyuwangi.

Usai istirihat, Ketua DPRD Banyuwangi Made Cahyana Negara bersama beberapa anggota dewan menemui demonstran. Mereka melakukan dialog di depan pagar gedung dewan. Sedangkan pihak Pemkab Banyuwangi diwakili Suyanto Waspo Tondo Wicaksono, Plt Kepala Bappeda beserta beberapa staf. Dialok tersebut dikawal langsung Kapolres Banyuwangi

Baca Juga:  Ketua PCNU Pacitan Harap Warga NU Tidak Kutuk Perayaan Valentine Day

Salah satu poin yang disepakati, DPRD Banyuwangi akan mengudang kembali semua pihak terkait dalam pertemuan yang akan dilaksanakan, Senin (30/9), mendatang.

Reporter : Yudi Irawan

Redaktur : Sulaiman

  • Bagikan
WhatsApp chat