oleh

Eddy Tarmidi Tanggapi Adanya Tudingan ‘Calon Boneka’ di Bursa Calon Wali Kota Surabaya

MediaJatim.com, Surabaya – Pemilihan Wali Kota Surabaya yang akan berlangsung pada tahun 2020 mendatang, sudah ramai dibicarakan. Suasana semakin panas dan isu politik mulai bermunculan, baru-baru ini ada tudingan adanya ‘Calon Boneka’ dalam bursa calon orang nomor satu di Surabaya tersebut.

Isu yang muncul untuk menjatuhkan ini, sekarang menimpa salah satu Bakal Calon Lia Isthifama. Beredar kabar bahwasanya perempuan yang akrab dipanggil Neng Lia itu sengaja dimunculkan oleh bakal calon yang lain sebagai pengatrol suara.

Lia Isthifama sendiri mengaku kaget mendengar kabar tidak mengenakan tersebut. Ia menegaskan rumor itu tidak benar adanya.

Baca Juga:  Geser Baddrut Tamam, Baidowi Pepet Kholilurrahman

“Saya kaget, kok bisa saya dituding ‘Calon Boneka’,” kata Neng Lia.

Tanggapan atas tudingan terhadap Neng Lia itu juga datang dari sesama kandidat Calon Wali Kota Surabaya dari Etnis Minoritas Tionghoa, Eddy Tarmidi Widjaja. Ia meluruskan opini yang saat ini lagi berkembang di masyarakat seolah-olah ada calon lain yang sengaja memasang keponakan Gubernur Jawa Timur Neng Lia.

“Kami semua bersahabat baik dan bersepakat untuk saling mendukung dan menguatkan kedepannya walau suasana politik masih cair, termasuk dengan Neng Lia maupun Firman Syah Ali. Saya rasa tidak ada istilahnya Calon Boneka,” kata pria yang dikenal Ahok-nya Surabaya, (6/10/2019).

Baca Juga:  Permudah Pelayanan, Kemenag Pacitan Luncurkan PTSP

Wakil Ketua Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu juga menegaskan pihaknya mengusung politik bersahabat dan riang gembira dalam merebut kursi Wali Kota Surabaya.

“Kami berkomitmen untuk bersaing secara sehat, mengusung politik bersahabat dan riang gembira. Mari hentikan politik yang tidak baik,” tandasnya.

Reporter: Zul

Redaktur: Sulaiman