H Badri: Jangan Pernah Remehkan Kader NU

  • Bagikan

MediaJatim.com, Jember- Tidak ada yang membantah bahwa NU merupakan organisasi terbesar di tanah air, bahkan di dunia. Jumlah massa NU yang ‘bejibun’, membuat kekuatan politik NU sangat diperhitungkan. Terbukti dalam banyak event politik, kader NU nyaris selalu menjadi rebutan untuk ‘dijagokan’.

Namun di sisi lain, tak sedikit juga orang yang menganggap bahwa NU rapuh. NU tak ubahnya bagai buih yang di tengah samudera yang tidak mempunyai kekuatan apa-apa. NU paceklik SDM (sumber daya manusia) yang mumpuni. Sehingga dalam banyak hajatan politik, kader NU nyaris selalu keok.

Baca Juga:  PerpuSeru adalah Penolong Perpustakaan yang Sedang Lesu

“Anggapan itu sangat keliru. Tidak benar. NU mempunyai stok kader yang banyak dan ahli di berbagai bidang. Mau ahli sains, banyak, ahli ekonomi, juga banyak, politisi apalagi,” ucapnya.

H Badri lalu merujuk kepada sejumlah sosok kader NU yang sukses sebagai pemimpin, misalnya Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jawa Timur), Azwar Anas (Bupati Banyuwangi), dan H Irsyad Yusuf (Bupati Pasuruan). Belum lagi yang sukses sebagai pengusaha. Mereka adalah kader-kader terbaik NU.

“Jadi jangan sampai kita beranggapan kita miskin kader, orang NU tidak ada yang bisa memimpin, jangan, itu keliru besar,” jelasnya.

Baca Juga:  Hampir Sepekan, Tersangka Pembuang Bayi Masih Gelap

Meski demikian, Bendahara Umum Yayasan Said Aqil Siroj itu mengakui bahwa konsolidasi NU memang bermasalah, khususnya ketika menghadapi event politik. Salah satu penyebabnya karena syahwat politik orang NU cukup besar.

“Konsolidasi agak susah karena warga NU banyak. Kalau sedikit tentu konsolidasinya tambah gampang. Tapi ini pelajaran bagi kita. Yang jelas, kalau NU bersatu, kekuatannya sangat dahsyat. Tidak ada yang bisa melawan. Dan itu bukan tidak mungkin, termasuk di Jember,” pungkasnya.

Reporter: Aryudi A Razaq

Redaktur: A6

  • Bagikan
WhatsApp chat