oleh

Semakin Berpancasila di Tanah Almamater

Judul Buku: Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi
Penyunting: Hayat dan H. Suratman
Penerbit: Baskara Media
Cetakan: Pertama, juli 2018
Ukuran: 12 x 23 cm
Tebal: xii + 382 halaman
ISBN: 978-602-50306-7-3
Peresensi: Aprilia Dwi Rasdiyanti*

Menjadi mahasiswa secara tidak sadar akan mengerahkan semangat dan kemampuan untuk masyarakat kedepan. Perasaan itu sudah pasti akan ada. Karena kesegaran dalam mencari ide dan tantangan baru selalu aktif mengalir di dalam sikap dan pemikiran setiap mahasiswa. Siap dan tidak siap akan selalu siap berada di garis terdepan dalam memperjuangkan aspirasi rakyat. Tapi harap menunggu sebentar, kita mundur selangkah saja, bentangkan wawasan, lapangan dada, karena kesabaran kita juga diperlukan dalam menghadapi permasalahan-permasalahan di masa depan.

Memperjuangkan aspirasi masyarakat itu bagi saya yang merupakan mahasiswa adalah suatu kewajiban dasar dan akan selalu menghantui jika tidak dilaksanakan. Namun, saya sadar bahwa kewajiban itu juga harus berdasarkan tata aturan yang berlaku dan taat konstitusi. Sebelum melaju ke arah konstitusi maka wajiblah juga memahami sumber dari segala konstitusi di Indonesia, induk daripada hukum dan segala aspek dalam kehidupan rakyat Indonesia, yakni Pancasila. Satu paket harta karun, yang digali dari jati diri leluhur bangsa ini, dan akan selalu dibutuhkan bangsa ini agar tetap utuh di masa depan.

Baca Juga:  Antara Mahar Politik dan PHP

Buku ini berisi tentang urutan pemahaman mengenai Pancasila dari sejarah hingga hubungan antara Pancasila dan Undang-undang Dasar Tahun 1945. Ketika membaca buku ini dari bab awal saja, Anda akan disuguhkan bahan dasar rasa nasionalisme yang tinggi. Kejayaan kerajaan Majapahit, Sriwijaya, dan Kutai yang terkenal tidak terlepas dari kemampuan menyatukan antar bangsa di bawah bendera mereka.

Buku ini cocok bagi Anda yang membutuhkan referensi hubungan antara Pancasila dengan agama terlebih Agama Islam, karena dalam Bab 7 dan terkhusus Bab 6 memuat oase segar mengenai esensi Pancasila yang melekat pada setiap agama di Indonesia. Jangan risau, karena Pancasila fleksibel, dan tidak kaku, maka dalam penjabaran nya akan sangat mudah diresapi.

Selain memuat Pancasila dalam lintasan sejarah, sebagai etika politik, hubungan Pancasila dengan agama, serta Pancasila sebagai paradigma kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam buku ini pula disediakan Bab Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sesuai dengan status saya yang mahasiswa, Bab ini memenuhi pertanyaan saya dalam menghadapi persoalan perilaku manusia akibat teknologi, dengan bahasan yang saya kagumi yakni dengan memperhatikan nilai-nilai pancasila dalam pengembangan IPTEK (hal 345-347).

Baca Juga:  Memaknai Sumpah Pemuda di Era Milenial

Sesuai jurusan saya yakni administrasi negara, dan juga sesuai latar belakang almamater saya yakni Universitas Islam Malang, buku ini membantu sekali dalam pemenuhan materi kuliah saya Bab Pancasila dan Kewarganegaraan, dengan memberikan penjelasan tentang hubungan Agama Islam dengan Pancasila yang detail mampu menguatkan mental patriotisme juga nasionalisme saya.

Sehingga ketika saya mendalami bab per bab maupun materi per materi yang ada di buku ini, semakin meningkatlah pemahaman saya tentang pentingnya Pancasila yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan bangsa Indonesia. Tentulah, sebagai mahasiswa kita adalah penggerak masa depan bangsa. Namun menolak lupa jika harus memisahkan esensi Pancasila dengan agama dan budaya yang mengakar di Indonesia sejak dulu. Menerapkan apa yang ada dalam buku ini ke dalam kehidupan sehari-hari akan mampu melestarikan jati diri bangsa Indonesia di masa lalu. Bangsa yang besar, bangsa yang berani menyatukan berbagai bangsa dalam satu bendera. Bangsa yang pantang menyerah, dan bangsa yang taat pada hukum yang berlaku. Karena dimanapun Anda berada, Anda adalah manusia Pancasila.

Aprilia Dwi Rasdiyanti

*) Peresensi adalah Mahasiswi aktif Jurusan Administrasi Negara, Universitas Islam Malang.