oleh

Islamatika

Judul: Al-Khwarizmi
Penerbit: Muara
ISBN: 978-979-91-0574-5
Tebal: 119 hlm; 13,5×20
Pengarang: Corona Breznia
Cetakan I: Mei 2013

Ketika para ilmuan barat menjadi idola, tidak menutup kemungkinan banyak ilmuan yang membidangi lebih dari satu keilmuan dan kurang di gandrungi khalayak umum. Bisa jadi masyarakat fanatik dengan westernisasi atau memang belum tahu bila banyak pula ilmuan yang bukan dari negeri barat.

Aljabar merupakan salah satu cabang ilmu matematika yang sering, bahkan hampir selalu di pelajari oleh para penuntut ilmu di majlis ilmu yang berbasis sekolah ataupun madrasah. Baik SD, SMP, SMA atau sederajad serta perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang menempuh matakuliah matematika.

Lalu siapakah penemu aljabar?

Adalah Abu Ja’far Muhammad bin Musa al-Khawarizmi. Kadang kala dengan huruf Latin namanya dieja al-Khowarizmi, al-Khawarizmi, dan al-Khawarizimi (hlm 31). Nama al-Khawarizmi mengindikasikan bahwa ia berasal dari Khawarizm, atau Khorezm, suatu negeri di tengah Asia, di selatan Laut Aral. Khwarizm dulu pernah menjadi kerajan kuno yang makmur. Kemudian Khwarizm menjadi provinsi Kerajaan Persia, dan sesudahnya negeri tersebut dikuasai Muslim pada 680. Sekarang Khwarizmi adalah kota Khiva di Uzbekistan (hlm 33).

Tahun pasti kelahiran al-Khwarizmi juga tidak diketahui. Dia mungkin lahir sekitar tahun 780 M, tak lama sebelum Harun ar-Rasyid menjadi khalifah dan meninggal sekitar tahun 850 M di usianya yang hampir 70 tahun.

Keseharian al-Khwarizmi di habiskan di Bait al-Hikmah, akademi penelitian yang menarik banyak pemikir paling cerdas pada abad kesembilan di Arab (hlm 35), setelah di tunjuk oleh khalifah al-Ma’mun. Dengan penunjukkan ini, al-Khwarizmi semakin giat melakukan penelitian. Karya awal yang dipersembahkan adalah Kitab al-Jabr wal-Muqobalah sekarang di kenal dengan aljabar, dan Zij, yang berisi tentang risalah astronomi.

Baca Juga:  Azril dan Kopi Ulang Tahun

Dari kedua karya awal beliau, dapat di ketahui bahwa al-Khwarizmi bukan hanya ilmuan matematika, melainkan menguasai berbagai bidang ke ilmuan. Penguasaan di berbagai bidang ke ilmuan ini selain di karenakan al-Khwarizmi seorang yang penggila ilmu, suasana di dalam Bait al-Hikmah yang di dalamnya terdapat para ilmuan yang memiliki berbagai macam ilmu menumbuhkan rasa penasaran dan ingin mendalami tak hanya satu bidang ilmu saja.

Beberapa ilmuan yang dekat dengan al-Khwarizmi antara lain: al-Kindi, dikenal sebagai filsuf besar Muslim pertama. Selain al-Kindi, al-Khwarizmi juga berteman dengan tiga bersaudara Banu Musa yaitu: Ja’far Muhammad, al-Hasan, dan Ahmad. Mereka terkenal dalam ilmu ukur, namun Ahmad juga gemar dengan ilmu mesin.

Dari teman-teman di sekitar al-Khwarizmi, dapat di mungkinkan bahwa mereka mampu membuat al-Khwarizmi penasaran pada bidang ilmu lain. Namun, karya al-Khwarizmi mempunyai ciri khas tersendiri, yakni untuk memenuhi tujuan praktis. Misal, geografi menjelaskan peta dunia. Zij memberikan tabel dan instruksi untuk membuat perhitungan astronomi. Risalah angka Hindi secara sistematis mengurai sistem angka desimal dan memperkenalkan nol. Astroabel dan jam matahari untuk membahas aspek praktis pengamatan langit. Bahkan Kronik berupaya untuk memperlihatkan bahwa astrologi adalah cabang sains yang rasional. Tidak seperti koleganya, al-Kindi, al-Khwarizmi tampakya tidak pernah berkelana ke bidang yang tidak pasti seperti filsafat atau pemikiran agama (hlm 109).

Baca Juga:  Menuju Indonesia Centris Itu Tidak Gratis

Mengenai aljabar, penelitian muslim zaman pertengahan mengambil pengetahuan matematika dari peradaban kuno dan juah. Ahli matematika muslim menyerap dan menata pengetahuan matematika dari berbagai sumber, sebagai balasannya meraka memberi subangan besar terhadap perkembangan matematika, kususnya kepada cabang aritmatika, aljabar, geometri, dan trigonometri.

Walaupun sumber-sumber ilmu di dapat dari pengetahuan luar dan terjemahan, aljabar merupakan karya asli al-Khwarizmi. Di buktikan bahwa, ahli matematika India akrab dengan persamaan kuadrat seperti yang ditulis oleh al-Khwarizmi. Tetapi, penyajian prinsip aljabar al-Khwarizmi tidak bias dilacak secara langsung kepada kaya India manapun secara spesifik (hlm 108).

Aljabar modern adalah cabang matematika di mana angka dan usnsur lain dalam persamaan diwakili oleh huruf. Judul lengkap kitab aljabar adalah Kibat al-jabr wal-Muqabalah yang berarti “proses melakukan operasi aljabar.”

Buku tersebut terdiri atas tiga bagian. Bagian pertama adalah dasasr teoritis yang sekarang di kenal sebagai aljabar. Yang kedua berhubungan dengan pengukuran, atau geometri pengukuran pajang, luas, dan volume. Bagian terakhir adalah mengenai warisasn dan berisi matematika hukum waris Islam.

Penulis akrab di panggil Rosy. Bernama lengkap Rosy Nursita Anggraini. Lahir di Blitar 24 Januari 1995. Beralamat di Dusun Cimpling RT 01/01 Desa Siraman Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar. Sedang menempuh pendidikan Pascasarjana di Fakultas Ilmu Administrasi dengan Program Studi Magister Ilmu Administrasi Publik, Universitas Brawijaya Malang. Aktif di FLP Blitar. Santri aktif Pondok Pesantren Al- Falah Siraman Kesamben Blitar. Dapat di hubungi melalui e-mail rosynursitaanggraini@yahoo.co.id, fb Rosy Nursita A, IG rosy_nursita, serta nomor HP/WA 082334724195.