Sosialisasi Aplikasi CETTAR JATIM di Hall KH Abdurrahman Wahid UNISMA

  • Bagikan

MediaJatim.com, Surabaya – Senin (4/11/2019) Dinas Komunikasi Dan Informatika (KOMINFO) Provinsi Jawa Timur mengadakan sosialisasi mengenai Aplikasi CETTAR JATIM (Cepat, Efektif, Tanggap, Transparan, Akuntabel, dan Responsif) di HALL KH Abdurrahman Wahid Universitas Islam Malang (UNISMA).

Acara ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika Prov. Jawa Timur, Mantan Asisten Staf Khusus Presiden RI Bidang Pembangunan Daerah dan Otonomi Daerah, Kementrian Sekretariat Negara yakni Prof. Dr. HM Mas’ud Said, MA , mahasiswa UNISMA, dan tamu undangan dari luar.

Kepala Bidang Aplikasi Informatika Dinas Kominfo provinsi Jatim, Nirmala Dewi, dalam menindaklanjuti UU Nomor 25 Tahun 2009 mengenai Pelayanan Publik, maka provinsi Jatim lewat program kerja gubernur Jatim (Khofifah-Emil Dardak) menciptakan inovasi terbaru dibidang teknologi informasi yakni CETTAR JATIM.

Baca Juga:  Kaum Millenial Bersama Garda Bangsa Pamekasan Deklarasikan JOIN

Aplikasi CETTAR JATIM adalah aplikasi yang memudahkan masyarakat di Jawa Timur dalam mengadukan keluhan-keluhan sekitar terkait pelayanan publik. Namun, dalam penyampaian pengaduan harus disertai bahasa yang sopan dan santun.

Aplikasi CETTAR JATIM dapat di download di playstore atau diakses di website https://cettar.jatimprov.go.id, aplikasi ini dalam penggunaanya melewati beberapa tahapan yakni registrasi pengguna, pengaduan, pem-verifikasian, dan dilanjutkan ke instansi-instansi yang memiliki tugas berkaitan dengan pengaduan kita.

Prof. HM Mas’ud Said, MA menuturkan pentingnya pelayanan publik yang prima di Era 4.0. Menurutnya, aplikasi CETTAR JATIM dipersiapkan oleh Pemrov Jatim untuk melayani keluhan-keluhan masyarakat dalam menyukseskan Jatim Amanah, Jatim Bersih, Jatim Efektif, dan Jatim Anti-Korupsi.

Baca Juga:  Dinilai Kinerja Lamban, Warga Datangi Mapolsek Pasean

“Lewat aplikasi ini masyarakat di seluruh wilayah Jawa Timur tidak perlu kesulitan dalam menghadapi urusan-urusan pelayanan publik, keluarnya biaya dapat diminimalisir, dan di sisi lain tidak meninggalkan aktivitas masing-masing,” jelasnya.

Reporter: Aprilia Dwi Rasdiyanti

Redaktur: Sulaiman

  • Bagikan
WhatsApp chat