Sebulan Perajin Lidi di Banyuwangi Ini Tembus 300 Biji

  • Bagikan

Mediajatim.com, Banyuwangi – Berinovasi tak harus memakai modal besar. Hal ini dipaparkan Mustopiah (50) warga Dusun Cempokosari, Desa Sarimulyo, Kecamatan Cluring. Berdasar pada kemampuan diri, dia mampu memproduksi sebuah karya yang bernilai jual. Karena, hanya menggunakan bahan baku lidi dia mampu membuat kerajinan tangan berupa piring dan lengser lidi.

Dalam melancarkan usahannya, pihaknya mengaku tak kesulitan mendapatkan bahan baku. Karena selain murah, lidi sangat mudah didapat. Dalam sebulan, Mustopiah mampu memproduksi 300 piring dan lengser lidi, bahkan lebih dibantu Bunasir (59), suaminya.

Untuk memasarkan kerjainannya, dia tak perlu bersusah payah. Lantaran, setiap sebulan sekali pengepul dari Desa Gintangan, Kecamatan Blimbingsari datang membeli karyanya yang dibandrol sangat ekonomis tersebut. Terkadang juga dipasarkan ke pasar – pasar wilayah Banyuwangi.

Baca Juga:  Bupati Pamekasan Inginkan Latsitarda Kuatkan Nasionalisme Peserta

“Kerajinan ini saya tekuni sejak Tahun 1994. Karena banyak peminat, sampai saat ini usaha ini tetap saya jalankan,” terang Mustopiah, saat ditemui Memo Timur di kediamannya, Rabu (1/1/2020).

Harga piring lidi dibandrol sekitaran Rp. 2,500 untuk lengser lidi harganya bervariasi, dari harga Rp. 6000 hingga Rp. 15.000 perbiji.

“Harga lengser bervariasi karena ukuran. Ada yang kecil, sedang dan besar. Sangat ekonomis hargannya,” kata Bunasir.

Pasutri ini bisa memproduksi kerajnan lidi, karena mewarisi usaha kedua orang tuannya. Mereka juga mengaku, jika kerajinan lidi perajinnya sangat jarang dijumpai di Banyuwangi.

“Kami hanya meneruskan usaha orang tua. Kalau peranjinnya kayaknya jarang,” kata Mustopiah.

Karena jarang, pasutri ini terkadang juga memberikan pelatihan menganyam kepada masyarakat, bertujuan supaya kerajinan tersebut tetap ada dan semakin berkembang.

Baca Juga:  Bupati Pamekasan Tidak Bisa Hadiri Panggilan Bawaslu, Ini Penyebabnya

“Ya terkadang dimintai pihak desa untuk meberikan pelatihan. Saking sulitnya, banyak peserta yang sambat. Namun mereka tetap semangat,” papar Mustopiah.

Kepala Desa Sarimulyo Didik Eko Andriyanto SPd mengatakan, usaha warganya tersebut akan mendapatkan bantuan dari pemerintah desa berupa modal usaha yang akan direalisasikan melalui Dana Desa (DD). Karena, warga tersebut merupakan aset desa yang memilki kemampuan berwira usaha dan mau memberikan ilmunya ke masyarakat.

“InsaAllah akan saya daftar dan saya masukkan ke bantuan modal usaha. Karena dengan karya warga tersebut, memberikan inspirasi pemerintah desa untuk terus mengembangkan inovasi desa di bidang usaha mikro masyarakat,” ujar Didik.

Reporter : Yudi Irawan

Redaktur : Sulaiman

  • Bagikan
WhatsApp chat