Taufik, Penulis Buku Ajar Keislaman Asal Pantura Madura

  • Bagikan

MediaJatim.com, Pamekasan – Menjadi akademisi tidak melulu sibuk dengan mengejar gelar dan mimpi diri sendiri tanpa berpikir berbagi kepada orang lain. Prinsip itu selaras dengan upaya yang dilakukan pria bernama lengkap Taufikurrahman.

Akrab disapa Taufik. Alumnus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura ini sudah menerbitkan buku ajar perkuliahan. Selama menempuh pendidikan magisternya di Malang, ia sudah menerbitkan 3 buku ajar keislaman.

Buku pertamanya berjudul ‘Sejarah Pendidikan Era Rasulullah di Makkah dan Madinah’. Sejarah Perkembangan Pendidikan Islam di Indonesia merupakan bukunya yang kedua. Sedang buku ketiganya berjudul’ Inovasi Model Pendidikan & Pembelajaran PAI’.

Bagi Taufik, literasi khususnya baca tulis itu sangat penting. Menurutnya, akademisi perlu untuk mencintai dunia literasi. Siapapun yang memiliki kemampuan itu, patut disyukuri. “Sebagai akademisi bagi saya literasi merupakan keniscayaan dari Allah Swt anugerah ilahi yang patut untuk disyukuri,” ungkap pria kelahiran Desa Tlontoraja, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan tersebut, Kamis (23/1/2020).

Baca Juga:  Minus 2 Pemain Lawan Persepon, Pelatih Persepam Siapkan Strategi Khusus

Akademisi yang milenial, katanya, adalah dia yang bisa menguraikan jalan pikirannya menjadi sebuah narasi yang dapat memengaruhi pikirian orang lain dalam ranah positif.

Magister Islam pentolan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim ini mengaku, suka menulis sejak menempuh studi sarjananya. Namun puncaknya ketika artikel karyanya diminta oleh salah satu penerbit untuk untuk dijadikan sebuah buku pada 2018 silam.

“Sejak itulah semangat menulis buku semakin bertambah,” tambah Eks Sekretaris Jenderal Dewan Eksekutif Mahasiswa STAIN Pamekasan tersebut.

Alumnus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu mengaku, sangat senang sudah bisa menerbitkan buku. “Bagi saya ini adalah reward dan jadi motivasi. Hasil ijtihad saya bisa diabadikan, dicetak dan dibaca oleh orang lain,” ujarnya.

Baca Juga:  PCNU Pamekasan: KH Abu Bakar Adalah Kiai Istikamah

Menurut Taufik, menulis adalah ibadah dalam tataran muamalah kita jadikan kebiasaaan menulis sebagai salah satu tabungan menuju syurga Allah. Sebab, kata Taufik, hal itu sudah dicontohkan oleh para ilmuwan muslim terdahulu seperti Imam Syafi’i dan salahufusshaleh lainnya.

Ia berharap, semakin banyak anak muda, terutama akademisi yang suka menulis. “Menulis itu mudah namun butuh istikamah. Sehingga kelak lahirlah ilmuwan karena ia bagian dari ahlul ilmi. Saya ingin Pamekasan menjadi puncak peradaban di Madura. Lahirnya ilmuwan handal, sehingga Pamekasan kelak akan jadi core peradaban dunia. Insya Allah,” pungkasnya.

Reporter: Gafur

Redaktur: Sulaiman

  • Bagikan

Respon (1)

  1. Lanjutkan…
    Semoga sukses dlm Ridho Allah SWT..aamiin.
    Sy sbg Mantan Guru MtsN 3 PMK..ikut bangga dan bersyukur…semoga generasi selanjutnya bisa mengikuti jejaknya.aamiin

Komentar ditutup.

WhatsApp chat