DPR RI Kunker Ke Desa Tropodo Krian, Minta Stop Impor Sampah Plastik

MediaJatim.com, Sidoarjo – Produksi sampah di Indonesia masih cukup tinggi, apalagi ada yang sampai digunakan sebagai bahan produksi sebuah bahan makanan.

Hal ini mendapat sorotan dari anggota DPR RI Dedi Mulyadi yang langsung Melakukan Kunjungan Kerja (kunker) di Desa Tropodo, Kecamatan Krian Sidoarjo. Kunjungan ini untuk melihat langsung sampah yang dijadikan bahan bahan produksi.

“Residu Sampah dari industri ini telah dibuang ke sungai Brantas, kemudian dimakan ikan di sungai Brantas, dan ikannya kembali lagi dikonsumsi oleh masyarakat sekitar. Nah ini bisa berdampak negatif pada manusia,” kata Dedi Mulyadi kepada reporter mediajatim.com, Sabtu (01/02/2020).

Baca Juga:  Kadin Paradigma Baru Sidoarjo Gelar UMKM Award 2020

Wakil Ketua Komisi IV itu menerangkan bahwa fokus dari komisinya itu tentang sampahnya bukan produksi dari pabrik. Oleh sebab itu stop impor bahan baku sampah. “Selanjutnya kita juga akan berkunjung ke tempat produksinya,” ungkap Dedi.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo, Sigit Setyawan menuturkan, di Desa Tropodo ini ada potensi ekonomi kerakyatan dengan Industri Tahu.

Mengenai permasalahan bahan bakar yang digunakan industri tersebut itu sudah kita lakukan koordinasi dengan PGN maupun Pertamina.

“Ternyata semua bahan bakar tersebut harganya masih lebih mahal dibandingkan sampah kertas yang bercampur plastik. Kemudian sampai pada akhirnya menggunakan bahan bakar pelet,” ujar Sigit.

Baca Juga:  Duh! Bayi Ini Ditemukan Mbah Saminem di Tepi Hutan Wongsorejo

Ismail, salah satu pengusaha Tahu yang juga mantan Kades Tropodo itu setuju dengan penyetopan bahan impor sampah plastik. Dengan begitu Desa Tropodo tidak terkontaminasi dengan sampah plastik, lebih-lebih bersih dari sampah tersebut.

Pihaknya berharap agar Komisi IV dapat memperjuangkan pembinaan melalui pemberdayaan yang sudah dilakukan masyarakat Tropodo yakni industri tahu dan peternakan sapi.

Reporter: Syaiful Bahri

Redaktur: Sulaiman

WhatsApp chat