Pupuk Bersubsidi Langka, DPRD Sebut Dinas Pertanian Tak Pernah Koordinasi

Bambang Pujianto Ketua Komisi B DPRD Sidoarjo, (Foto: Syaiful Bahri/MJ).

MediaJatim.com, Sidoarjo – Provinsi Jawa Timur mengalami kelangkaan pupuk bersubsidi, termasuk juga Kabupaten Sidoarjo dapat potongan 50 Persen Subsidi untuk tahun 2020. Sedangkan untuk pupuk non subsidi harganya sangat mahal.

Saat dikonfirmasi oleh Bambang Pujianto selaku Ketua Komisi B DPRD Sidoarjo, Sekretaris Dinas Pertanian Sudah mengaku sudah berkomunikasi dengan Polresta dan Kejaksaan Sidoarjo.

Menanggapi hal itu, Bambang Pujianto malah bertanya-tanya, kenapa yang diajak kordinasi pihak polres dan kejaksaan. Sedangkan Komis B sebagai mitra dari Dinas Pertanian tidak pernah diajak komunikasi atas kelangkaan pupuk bersubsidi.

“Ada apa ini? Kenapa kami sebagai mitra Dinas Pertanian malah tidak dilibatkan sama sekali,” tanya Bambang saat ditemui diruang komisi B DPRD Sidoarjo, Rabu (05/02/2020).

Baca Juga:  Peringati Harlah NU, 29 Hafidz UIJ Gelar Khotmil Qur’an bil Ghoib

Lebih lanjut Bambang dari Fraksi Gerindra mempertanyakan pupuk bersubsidi itu untuk siapa?, Karena pihaknya sebagai anggota DPRD yang merupakan wakil dari rakyat tidak pernah diajak bicara.

“Kami saja tidak pernah dilibatkan, apalagi rakyat. Kalau seperti ini siapa yang akan bertanggung jawab,” tegas Bambang.

Sementara M. Agil Efendi, Anggota Komisi B DPRD Sidoarjo juga merasa heran, atas kejadian ini, dan pihaknya juga minta pada stake holder untuk tetap menjalin komunikasi dan akselerasi yang baik dengan Komisi B DPRD Sidoarjo.

Pihaknya lihat Dinas Pertanian selama ini kurang komunikatif terhadap mitra Komisi B DPRD Sidoarjo

Baca Juga:  Mahasiswa UMM Ajari Anak-anak Desa Baca Tulis Al Qur'an

“Petani kita semakin hari semakin sedikit, kalau masalah seperti ini tidak segera diatasi, saya khawatir mereka tidak mau bertani lagi, karena sudah banyak aduan dari masyarakat terkait kelangkaan pupuk bersubsidi ini,” tegas Agil.

Perlu diketahui pada tahun 2019 Jumlah pupuk bersubsidi di Kabupaten Sidoarjo sebesar 10 ribu, namun pada tahun 2020 hanya 5 ribu.

Reporter: Syaiful Bahri

Redaktur: Sulaiman

WhatsApp chat