oleh

Kongkow FORKOM Karang Durin: Anak Disah Kodhu Bisah

MediaJatim.com, Sampang – Forum Komunikasi (FORKOM) Mahasiswa Karang Durin Menggelar Kongkow Literasi Tojuk Setenga Areh Ben FORKOM Karang Durin dengan tajuk ‘Anak Disah Kodhu Bisah’, Ahad (9/2/2020).

Acara yang berlangsung di Desa Talambeh, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang ini mendapat apresiasi penuh dari kepala desa setempat, Holil.

“Saya sangat mendukung terhadap kegiatan yang seperti ini selagi acara tersebut positif bagi anak-anak muda kita untuk mendogkrak pola pikir adik-adik kita untuk melakukan hal yang positif,” katanya.

Panitia mengundang puluhan siswa dari berbagai lembaga se- Kecamatan Karang Penang dan menghadirkan tiga narasumber yang sangat andal di bidangnya, yakni Muhammad Ahnu idris (pimpinan redaksi NU Online pamekasan), Gunawan (Sampang Kreatif), Muzayyanah (Founder of Sampang Young Inspiration).

Baca Juga:  Di Tengah Pandemi, Satgas Covid-19 NU Ketapang Sebar Sembako

Ketua Umum FORKOM Karang Durin, Fawaid menyampaikan, alasan menggagas tema Anak Disah Kodhu Bisah, yaitu mempersiapkan pemuda desa dalam rangka menikmati bonus demografi 2020 sampai 2030 dan menyiapkan generasi yang mampu menggagas potensi desa dengan adanya tower desa yang diprogramkan Pemkab setempat.

Aktivis Pergerakan Mahasiswa islam indonesia (PMII) itu juga mengatakan, kemajuan kota itu tergantung dari kemajuan desa.

“Kemajuan kota itu juga tergantung dari kemajuan desa, maka dari itu pemuda desa juga harus bisa,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, KH Fauzan Zaini juga menyampaikan, pemuda jangan hanya membicarakan tentang halal haram dan celana cingkrang, karena pemuda di luar sana saat ini sudah membicarakan pergi ke bulan.

Baca Juga:  Bantu Cegah Covid-19, DEM Madura Bagikan Masker, Hand Sanitizer dan Sembako

“Jika pemuda masa kini masih membicarakan tentang halal haram dan bid’ah, maka kita akan tertinggal. Pemuda di luar sana sekarang sudah membicarakan pergi ke bulan,” tutur Pengasuh Pondok Pesantren Karang Durin itu.

Selain itu, Alumni pondok pesantren lirboyo itu juga berpesan kepada peserta agar semangat belajar, banyak diskusi dan terpenting harus berhati-hati jika membaca buku tentang Keislaman, karena doktrinan Wahabi dan Syi’ah juga melalui buku.

Reporter: Asy’ari

Redaktur: Zul