oleh

Mas Vian dan Sepotong Pesan dari Sang Ayah

MediaJatim.com, Jember-Muda, energik, dan murah senyum, itulah ciri yang menempel pada Dwi Arya Nugraha Oktavianto. Ya, nama pria kelahiran Jember 19 Oktober 1984 ini, dalam beberapa bulan terakhir, cukup ramai diperbicangkan khalayak publik. Ini karena Mas Vian, sapaan akrabnya, disebut-sebut bakal ikut bertarung dalam ajang Pilkada Jember 2020.

“Insyaallah, doakan saja, semoga berhasil, dan yang penting bermanfaat untuk umat dan masyarakat Jember,”ucap Mas Vian di kediamannya di Jember, Senin (17/2).

Mas Vian adalah sosok muda milenial yang cukup santun dan relijius. Tipe melineal seperti dialah yang menjadi trend identitas yang diburu masyarakat saat ini. Kendati dia tidak pernah mencicipi ilmu di pesantren secara langsung, namun penampilan kesehariananya, cukup sederhana dan santun. Ini berbanding terbalik dengan profesinya sebagai pengusaha yang sukses. Ia termasuk kaum milenial yang tajir

“Maaf, sejak muda saya dididik oleh ayah dan kakek saya untuk hidup sederhana,” jelasnya.

Tidak mengherankan jika Mas Vian akhirnya bermetamorfosis sebagai sosok yang sederhana, relijius dan santun. Ini tentu tak lepas dari didikan ayah dan kakeknya (Muhammad Shiddiq Sjamsuri) Pendiri CV Sjam ini merupakan tokoh yang tak lelah merajut hubungan baik dengan para kiai, termasuk Kiai As’ad Syamsul Arifin (Pondok Pesantren Salafiyah-Syafi’iyah, Sukorejo, Situbondo). Jika beliau ke Jember, hampir pasti mampir ke rumah sang kakek.

Baca Juga:  Bupati Syafii Menuju Jakarta, KPK Tinggalkan Kades Dasuk

“Alhamdulillah, hubungan dengan para kiai, mulai dari ayah, kakek, dan generasi di bawahnya, selalu terjaga. Mereka (kiai) adalah teladan umat yang wajib kita hormati,” jelasnya.

Tentu saja kemunculan Mas Vian di bursa Pilkada Jember tak berkelindan dengan kedekatan leluhurnya dengan Allahuyarham, Kiai As’ad. Tidak ada. Kisah itu hanya merupakan kilas balik dalam perjalanan hidup Mas Vian, bahwa karakternya juga terbentuk dari interaksi baik antara leluhurnya dengan para kiai.

“Saya bersyukur hidup dan besar dalam keluarga yang punya hubungan baik dengan para ulama, termasuk kiai di Sumberwringin (Sukowono). Pesan ayah, hormati kiai,” ujarnya.

Baca Juga:  Fabiano: Madura United Siap Tempur!

Terlepas dari itu, alumnus Fakultas Teknik Industri ITS (Institut Teknologi Surabya) itu mengaku telah mantap untuk ikut berkompetisi dalam sirkuit Pilkada 2020. Ini tak lepas dari niatnya untuk mencari ladang pengabdian yang lebih luas. Karena itu, wajar jika ia menekankan kemanfaatan dirinya jika kelak Allah menakdirkan Mas Vian sebagai pemimpin Jember.

“Sekali lagi, yang penting manfaatnya untuk umat dan warga Jember. Kalau tidak bermanfaat, semoga Allah memberikan takdir yang lain kepada saya,” terangnya.

Ungkapan Mas Vian ini tentu bukan hanya sekadar bumbu bahasa. Sebab, apalah artinya punya jabatan selangit jika manfaatnya tak dirasakan masyarakat. Mengejar dan mengimplementasikan manfaat yang lebih besar, itulah ciri manusia terbaik di muka bumi ini sebagaimana Sabda Nabi Muhamamd SAW: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia”. Semoga.

Reporter: Ade NW

Redaktur: Sulaiman