oleh

Ngaji Sambil Ngerawat Bumi, Menjadi Sarana Mengingat Usia

MediaJatim.com, Gresik – Rutinitas ngaji sebulan sekali di Mushalla Sabilur Rohmat Desa Cangaan, Kabupaten Gresik, Senin (17/02/2020), tidak seperti ngaji biasanya. Sebab sebelum ngaji, para jamaah dan tokoh agama, serta Romo Luthfi yang hadir untuk mengisi ceramah, bersama-sama menanam pohon dengan tujuan merawat bumi.

Romo Luthfi dalam ceramahnya setelah penanaman selesai, mengutip isi Surat Ar Rum. Sudah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka kembali (ke jalan yang benar).

Betapa pentingnya usaha merawat bumi. Menurutnya, hal itu merupakan kewajiban semua manusia, karena merupakan amanah yang diberikan kepada kita.

Baca Juga:  Kanwil DJP Jatim II Serahkan Dua Tersangka Pengemplang Pajak ke Kejari Sidoarjo

“Semua yang ada ini adalah pemberian yang harus dijaga. Allah menjadikan manusia sebagai pemimpin di muka bumi, yang bertanggungjawab atas apa yang ada di atas bumi,” ungkapnya.

Pemangku Pondok Pesantren Ma’had Al Ibadah Al Islami Surabaya itu, juga menjelaskan secara terperinci terkait lima hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan untuk menjaga bumi.

Pertama, mengurangi makan daging dan menggantikannya dengan pola makan vegetarian. Dijelaskannya, salah satu penyumbang pemanasan global disebabkan oleh industri peternakan yang membutuhkan banyak alat transportasi.

“Kedua, membatasi emisi karbon dioksida, dengan menggunakan sumber energi alternatif, dan jika menggunakan energi fosil, maka gunakan dengan bijak dan efesien,” tambah Romo Luthfi.

Baca Juga:  Robi, Calon Pesilat Nasional asal Jember

Sementara yang ketiga, menanam lebih banyak pohon. Hal tersebut bisa dimulai dari menanam disekeliling rumah. Keempat, mendaur ulang sampah dan menggunakan ulang.

Kelima, memilih alat transportasi alternatif untuk mengurangi emisi karbon, dengan menggunakan sepada sebagai alternatif tujuan dekat.
Setelah menjelaskan kelima poin tersebut, dan mengetahui masyarakat yang mayoritas petani. Ia mengajak jamaah lebih giat benanam dan menutup dengan doa agar mendapat berkah.

“Mari kita sama-sama membiasakan menanam, mumpung sekarang musim hujan. Semoga desa menjadi ijo royo-royo. Semoga di musim kemarau akar-akarnya menjaga air, sungai-sungai dan sumur-sumur terisi air. Karena bumi merupakan sarana mengingatkan kita meninggal,” tutupnya.

Reporter: Shafif K A

Redaktur: Zul