oleh

Seuntai Doa bagi Perjuangan Mas Vian

MediaJatim.com, Jember-Sehari sebelum melakukan pendaftaran di KPUD Jember , Ahad (23/2), Dwi Arya Nugraha Oktavianto mengunjungi sejumlah tokoh dan kiai untuk meminta restu dan doanya agar proses pendaftaran lancar, dan cita-citanya untuk ikut berkontribusi dalam membangun Jember kedepan, dikabul oleh Allah SWT.

Salah satu yang dikunjungi adalah sebuah rumah yang sederhana, terletak di gang sempit di Jalan Gajahmada, Lingkungan Condro Desa/Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Begitu Mas Vian –panggilan akrabnya– turun dari mobil dan sempat mengucapkan salam di depan rumah itu, seorang pria paruh baya keluar. Ternyata dia adalah Musthofa Hadi, mantan guru les Mas Vian.

Mas Vian mengulurkan tangannya untuk bersalaman, dengan mencium tangan pensiunan guru tersebut.

“Saya mohon pamit, pak. Saya besok mau mendaftar di KPUD Jember, mohon doanya,” ujar Mas Vian singkat. “Semoga sukses, niatkan untuk ibadah,” balas Musthofa.

Baca Juga:  Raudah, Sosok Politisi yang Punya Loyalitas

Musthofa adalah guru les Mas Vian saat dia kelas 5 sampai kelas 6 SDN Jember Lor. Menurutnya, Mas Vian sejak kecil memang sudah diajarkan cara bersopan santun. Yang patut dicatat, Mas Vian tak pernah neko-neko meskipun dia anak orang kaya.

“Dia juga belajar mengaji, yang nyarikan guru ngajinya, saya. Tapi dia sekarang sudah almarhum,” ucap Musthofa di rumahnya, Selasa (25/2).

Cerita soal les dan ngaji tak terlalu penting sebenarnya. Biasa-biasa saja. Namun kisah pemitnya Mas Vian kepada manan guru lesnya itu, laik diacungi jempol. Itulah sikap tawadlu pria kelahiran 19 Oktober 1984 tersebut.

Siapapun manusia tak serta merta jadi dewasa, tidak tiba-tiba jadi sosok yang sukses. Kesuksesan seseorang tentu tidak lepas di peran orang-orang di sekelilingnya dan mereka yang telah berkontribusi sejak kecil. Ada banyak sosok yang turut berperan dalam kesuksesan seserong, dan itu tidak bisa dinafikan begitu saja.

Baca Juga:  Prihatin Kondisi Jember, Kiai Badri Siap ‘Maju’ di Pilkada

“Guru saya, guru ngaji saya, pembimbing saya, dan terutama orang tua saya, adalah orang-orang yang turut mengantarkan saya hingga jadi seperti sekarang ini. Mereka harus kita hormati sebagaimana mestinya,” urai Mas Vian.

Bagi Mas Vian, seuntai doa sangat berharga dalam kehidupannya, khususnya untuk menghadapi Pilkada 2020 . Doa yang terkabul bisa datang dari mana saja dan siapa saja. Doa adalah sebuah kekuatan yang maha dahsyat. Dan Mas Vian telah melakukan itu dibarengi dengan usaha yang sungguh-sungguh.

Redaktur: Ade NW

Redaktur: Selaiman