oleh

Volunteering; Media Menajamkan Personal Growth

Oleh: Ovi Roro*

Akhir-akhir ini banyak komunitas yang mengajak bergabung untuk memberikan kontribusi pikiran, tenaga, dan finansialnya dalam kegiatan sosial. Tawaran itu, tentunya demi masyarakat luas agar memperoleh kehidupan yang lebih baik lagi, damai, sejahtera, dan pemerataan nasib. Ajakan bergabung itu melalui media sosial ada pula dunia nyata. Lalu apa sih sebenarnya Volunteering itu? Volunteer menurut kamus Oxford adalah a person who freely offers to take a part in an enterprise or undertake a task atau a person who works in organization without being paid. Sehingga dapat di tarik kesimpulan bahwa Volunteering adalah kegiatan kemanusiaan yang murni dilakukan seseorang dengan suka rela tanpa di bayar untuk memeras otak, energi, waktu serta kemampuannya untuk diberikan kepada orang atau kelompok yang tidak memiliki ikatan darah dengannya dengan tujuan memberikan manfaat untuk khalayak umum.

Kegiatan Volunteering terjadi pertama kalinya saat Jean Henri Dunant, pengusaha berkebangsaan Swiss melakukan perjalanan bisnisnya pada tahun 1859 menuju Aljazair tapi terhenti di Italia Utara tepatnya di daerah Solferino karena ada perang antara perajurit Perancis dengan perajurit Astria. Peperangan itu dimenangkan oleh perajurit Napoleon Perancis. Ribuan mayat pun bertebaran dimana-mana begitpun yang terluka. Tak ada satupun yang peduli dan mengurus mereka. Akhirnya, Henri memberhentikan perjalanannya dan mengajak penduduk desa sekitar untuk menolong yang terluka dan mengurus mayat tersebut. Dari kejadian itulah, muncul ide kesukarelawanan, yaitu keinginan dari diri masing-masing individu untuk membantu orang lain yang tidak ia kenal, tidak memiliki hubungan darah, tapi demi persaudaraan kemanusiaan dengan slogan bahasa Italia “Siamo Una Famiglia” we are Family.

Tidak berhenti disitu, kegiatan Volunteering itu memberikan inspirasi untuk membentuk komite Internasional Palang Merah dari buku yang Henri tulis dengan judul ” A Memory of Solferino” Henri pun menerima penghargaan Nobel perdamaian untuk pertama kalinya pada tahun 1901.

Ada banyak ragam kegiatan Volunteering yang bisa dilakukan saat ini. Seiring dengan kemajuan teknologi, menyebabkan banyak PR yang harus diselesaikan bersama. Jika tempo dulu, hanya terbatas pada perang, namun saat ini lebih complicated pada perubahan iklim, human trafficking, HIV, narkoba, kekerasan fisik dan mental, dan masalah lainnya seperti yang tertuang dalam 17 SDGs yang sudah bergulir sejak tahun 2017 yang memiliki 139 indikator dengan tujuan pembangunan yang disepakati oleh 108 negara termasuk Indonesia dengan batas pencapaian hingga 2030 nanti.

Baca Juga:  Sumenep Akan Jadi Kota Paha?

Berhubung Social development goals atau SDGs tidak sama dengan MDGs yang biasa kita kenal Millenium development goals dimana tidak sekedar melibatkan aktor negara atau pemerintah saja melainkan juga butuh uluran kerja sama pemuda hingga difabel pun memiliki peranan penting untuk mencapai 17 tujuan mulia itu dengan sekian banyak indikatornya. Sehingga peran volunteer disini suaranya di dengar, idenya direalisasikan, dan keberadaannya diperhitungkan. Tak heran menjamur kelompok kelompok sosial dan non profit di berbagai daerah sering mewakilkan komunitasnya untuk menyuarakan idenya di forum nasional hingga internasional.

Lalu, peran yang bisa gen Z ambil adalah menggantikan posisi milineal. Sebab, kebanyakan milineal telah menempati dunia kerja meski juga tidak kecil kemungkinan mereka masih melibatkan diri dari dunia Volunteering. Posisi Gen Z yang menempati bangku pelajar hingga mahasiswa, membentuk suatu kelompok yang senang mendedikasikan dirinya untuk meningkatkan personal growth dan capability. Makanya, meski ia sangat dekat dengan gadget, aktif bersosial media, namun mereka senang melakukan kegiatan sosial yang berguna untuk meningkatkan skill dan pengetahuannya.

Kegiatan Volunteering memiliki manfaat untuk pengembangan self development kepribadian individu. Menurut Diah Sulung Syafitri, seorang volunteerism dan SDGs youth ambassador Indonesia menyebutkan 5 manfaat menjadi volunteer yaitu;
1. To do something worth while
2. Creates of better society
3. Enhancement
4. Personal growth
5. Job performance

Selain itu, pengalaman dunia volunteering lebih dilirik oleh HRD. Hal itu bukan tak beralasan sebab keterlibatan seseorang dalam Volunteering sudah tentu tidak akan mengalami kesulitan dalam bekerjasama dalam tim dan pastinya dapat dengan mudah menyelesaikan “study case” sehingga ketika telah menjadi karyawan suatu perusahaan sudah tentu memiliki ciri-ciri berikut ini:
a. Boost employment potential
b. Help you get into great deals
c. Become a better presenter/negotiator
d. Problem solving.

Baca Juga:  Pelajaran Perjalanan

Jadi, Volunteering nampak remahan rempeyeknya pecelan (jenis makanan khas Jatim) di depan tapi kriuk kriuk otak dan hatinya maknyus tenan di belakang.

Terdapat beragam Volunteering yang bisa diikuti. Tinggal menyesuaikan saja yang klop dengan kita. Contoh berikut ini berdasarkan pengalaman yang pernah aku ikuti:

– Global Peace Foundation Indonesia

Untuk volunteernya global peace volunteer camp. Disini, kegiatannya menyuarakan perdamaian dan social service kita pun bisa bertemu beragam orang hebat berdasarkan potensi masing-masing, bisa belajar beragam khazanah pengetahuan juga tentunya. Apalagi disini kumpulan orang-orang ber-otak langit namun berhati bumi dan yang tak kalah serunya kekeluargaan yang super erat sekali. Pemuda wilayah Surabaya, Jakarta, Yogyakarta, Palangkaraya, dan kota besar lainnya sudahkah bergabung dengannya?

– Kelas Inspirasi

Kelas Inspirasi ini merupakan pecahan dari Indonesia Mengajar. Perbedaannya, pengabdian di kelas inspirasi lebih pendek yaitu sehari namun kesan menginspirasinya tak akan terlupakan seumur hidup. Sebab di kelas inspirasi ini programnya menginspirasi anak SD di masing-masing daerah untuk bercita-cita beragam hal seperti para volunteer yang datang ke sekolah tersebut berdasarkan beragam profesinya. Wah keren ya? Nah sudahkah kamu mengetahui ini di daerahmu? Kamu terlibat sebagai Panitia lokal atau Volunteering profesi atau dokumenter? Terus di daerah mana?

– Binana Pirates

Kalau ini Volunteering lebih pada bidang Sosio Travelling. Jadi berkelana ke suatu daerah kemudian meninggalkan jejak kebaikan disana. Entah membantu perekonomiannya dengan membagikan keilmuan yang dimiliki dan kegiatan bermanfaat lainnya. Jadi jalan-jalan melihat keindahan alam dan keberagaman suatu daerah sambil memberikan dampak positif. Dan masih banyak macam Volunteering lainnya yang bisa dilakukan. Lalu, Volunteering apa yang sudah pernah kamu lakukan?

*) Nama lengkap Rofiatur Rofiah, blogger anthusiast yang merupakan santri Pondok pesantren Annuqayah. Ia, menyelesaikan S1nya di Universitas Madura. Berdomisili di jln setra no 7 Kedonganan Badung Jimbaran Bali dan saat ini terdampar di Test English School Pare Kediri.