oleh

Ketika Santri Jadi Bupati

MediaJatim.com – Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur saat ini dipimpin oleh tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur, KH Baddrut Tamam. Ia terpilih menjadi orang nomor satu di kabupaten yang berjuluk Kota Gerbang Salam itu pada tahun 2018 lalu. Meski kini pemimpinannya baru menginjak usia 2 tahun, namun terobosan-terobosan baru nampak jelas dilakukan untuk mewujudkan cita-cita masyarakat Pamekasan yang berkemajuan.

Pondok pesantren, guru ngaji dan masyarakat miskin tidak lepas dari perhatiannya. Saat ini menjadi sasaran prioritas dari program yang digagasnya. Kepemimpinan yang tak berjarak dan pembangunan yang merata dari bawah menjadi gaya kepemimpinan bupati muda tersebut. Hingga kehadiran pemimpin mampu menjadi solusi dalam setiap persoalan yang terjadi di masyarakat.

Bupati Baddrut sadar betul dengan kulturisasi masyarakat Pamekasan. Baru-baru ini putra tokoh besar NU di Pamekasan ini melakukan launching program Pamekasan Bershalawat. Program yang mewajibkan seluruh kantor desa di kabupaten penghasil kerajinan batik terbesar di Jawa Timur itu serentak menggelar shalawat bersama setiap satu bulan satu kali.

Menurutnya, kekuatan program dalam visi ini perlu didukung oleh kekuatan kultur dengan mengadakan gerakan Pamekasan Bershalawat. Tidak lain sebagai ikhtiar mengetuk pinta langit untuk mendapat pertolongan dari Allah SWT dalam upaya menciptakan kesejahteraan masyarakat Pamekasan.

Baca Juga:  Bupati Baddrut: Ramadhan, Momentum untuk Perbaiki Diri

“Pamekasan Bershalawat sebagai wujud konkrit dari membumikan shalawat untuk meningkatkan rasa cinta kepada Rasulina Muhammad SAW. Dengan harapan melalui bershalawat, pemerintah dan masyarakat Pamekasan mendapatkan pertolongan dari Allah,” tegas Dewan Penasehat PW GP Ansor Jawa Timur itu, Kamis (5/3/2020).

Perhatian Kiai Baddrut Tamam terhadap perjuangan pesantren juga tidak perlu diragukan lagi. Hal tersebut dibuktikan dengan gagasan baru yang sedang proses dilakukan yaitu Program Beasiswa Santri. Ini sebagai bentuk penghormatan terhadap pesantren dan santri yang telah terlibat jauh dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia dan penerusnya hingga saat ini tetap setia mempertahankan keutuhan NKRI.

“Pesantren dan santri memiliki jasa besar dalam terwujudnya bangsa ini. Perjuangan mereka sudah jelas tercatat dalam sejarah. Salah satu bukti, adanya Resolusi Jihad yang dikomandai pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy’ari,” jelasnya.

Baginya, pesantren memiliki peran tersendiri dalam pendidikan di Indonesia. Terutama dalam menciptakan generasi bangsa yang memiliki kemampuan berkualitas dan berakhlakul karimah.

Baca Juga:  Komitmen Bupati Pamekasan Jadikan Kabupaten Teladan

“Sejauh ini pesantren seakan dianak tirikan. Padahal pesantren merupakan tempat lahirnya generasi-generasi hebat yang tetap mengedepankan perilaku yang sesuai dengan koridor ajaran agama Islam,” tambah Pengasuh Pondok Pesantren Az-Zubair Sumber Anyar, Tlanakan, Pamekasan tersebut.

Peningkatkan potensi anak muda dalam bidang kewirausahaan juga terus dilakukan melalui program Wirausaha Baru (WUB). Sesuai komitmen awal, Kiai Baddrut Tamam ingin menciptakan 10.000 pengusaha baru untuk mengangkat perekonomian masyarakat Pamekasan.

“Jika segala kebutuhan masyarakat Pamekasan sudah ada di Pamekasan, tidak perlu lagi berbelanja ke luar daerah. Ini yang saya inginkan, sehingga perputaran ekonomi akan semakin meningkat. Semuanya perlu memberikan kesempatan kepada para pemuda dengan cara diberikan pelatihan dan pendampingan serta difasilitasi,” pungkasnya.

Kiai Baddrut Tamam merupakan cucu dari tokoh besar NU di Pamekasan, Kiai Djufri Marzuki. Sebagai keturunan kiai, ia sangat memegang teguh nilai-nilai agama dan budaya. Tradisi yang sama berusaha diimplementasikan dalam pelaksanaan program pada masa kepemimpinannya di Kabupaten Pamekasan

Reporter: Zul

Redaktur: A6