oleh

NU Harus Menjadi Misi Utama, Bukan Sambilan

MediaJatim.com, Jember–H Rasyid Zakaria memastikan diri ikut bertarung dalam Pilkada Jember 2020. Alat peraga kampanye seperti foto dan baliho berukuran sedang dan kecil, telah disebar di seluruh pelosok Jember.

Yang menarik, di setiap alat peraga kampanye mantan Kepala Dinas PU Binamarga Kabupaten Jember tersebut, diselipkan logo Lesbumi. Sebuah lembaga NU yang membidangi kesenian dan budaya. Ya, H Rasyid adalah Ketua Pengurus Cabang Lesbumi Jember.

“Tidak ada maksud apa-apa kecuali hanya untuk mengangkat nama Lesbumi saja. Sebab, saya ketua Lesbumi yang kebetulan ikut ambil bagian dalam Pilkada Jember,” ucapnya di kediamannya, Perumahan Surya Milenia, Jember, Senin (16/3).

Menurut H Rasyid, penempelan logo Lesbumi di balihonya adalah bagian dari wujud kebanggaannya terhadap NU (Lesbumi). Tidak ada maksud untuk menarik-narik NU ke dalam pusaran politik. Justru dari sisi syiar, nama Lesbumi kian terkenal.

Baca Juga:  PSSI Pastikan Peter Odemwingie Bisa Dimainkan Lawan Bali United

“Dari aspek pencitraan, nama Lesbumi sudah berkibar,” tambahnya.

Namun H Rasyid tidak sekadar ingin logo Lesbumi berkibar, tapi dari sisi program juga jalan. Karena itu, sejak kepengurusan Lesbumi Jember dilantik di gedung Soetarjo Universitas Jember beberapa waktu lalu, H Rasyid sudah menyusun sejumlah program untuk lima tahun kedepan.

“Salah satu program unggulan kami adalah menggelar festival shalawat dalam waktu dekat. Itu dimaksudkan untuk membumikan shalawat, terutama bagi kalangan muda,” lanjutnya.

Terlepas dari itu, H Rasyid adalah figur NU yang mempunyai perhatian besar terhadap politik. NU sendiri, katanya, latar belakang pendiriannya tidak lepas dari misi politik. Dan beberapa kali NU terlibat dalam politik praktis baik secara langsung maupun tidak langsung.

Baca Juga:  Guru Honorer Segel 46 Sekolah di Pamekasan, Ini Data Lengkapnya

“Saya terjun ke politik untuk NU dan bangsa. Ini tekad saya sejak awal,” tegasnya.

Penegasan bos Rajawali Music tersebut laik direnungkan. Seharusnya, tokoh NU yang terjun ke dunia politik praktis diarahkan untuk membesarkan NU. Memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi Nahdliyin dan umat, seharusnya menjadi sebuah tekad yang utuh dalam mengikuti hajatan politik. Sehingga NU betul-betul menjadi misi utama, bukan sekadar sambilan.

Reporter: Aryudi A Razaq

Redaktur: A6