PERIODE II

Diskusi Publik Awali Rangkaian Acara HMI Spiritual Camp

Media Jatim

MediaJatim.com, Pamekasan – Dalam rangka Refleksi Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan Komisariat Insan Cita IAIN Madura menggelar Diskusi Publik, Sabtu (20/3/2020).

Acara yang betajuk “Sosok Muhammad dalam Berbagai Perspektif” ini di gelar di Smart Library Your-B Coffee MCM Pamekasan, Sabtu (21/03/2020).

Hadir dalam acara tersebut, Lasan Masduki sebagai pemateri, Moch. Toriqil Akamal Bukhori selaku Ketua Umum serta seluruh pengurus dan kader HMI Komisariat Insan Cita IAIN Madura.

Ketua Panitia Deni Rifqon Khoironi mengungkapkan, acara ini merupakan agenda pertama dari beberapa rentetan acara HMI Spritual Camp yang akan berlangsung selama dua hari di Desa Blumbungan Pamekasan.

Baca Juga:  Gelar Konfercab V, Ini Nahkoda Baru PMII Cabang Sampang

“Tdak cukup disini, acara ini akan berlanjut sampai besok,” ujarnya.

Banner Iklan Media Jatim

Lebih lanjut Deni, sapaan akrabnya menambahkan, acara ini digelar bertuan agar kita semua selaku umat Nabi Muhammad mengetahui tentang kemuliaan dan kehebatan beliau.

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sampang_20240713_064735_0000
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sampang_20240713_064736_0002
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sampang_20240713_064736_0001

“Untuk memuliakan Rasulullah SAW dan untuk memperlihatkan kepadanya beberapa keajaiban ciptaan Allah,” imbuhnya.

Deni juga berharap dengan diadakannya acara refleksi ini para kader HMI Komisariat Insan Cita mampu memahami dan mengenal lebih dekat sosok Nabi Muhammad sebagai suri tauladan yang dikaji dari berbagai perspektif.

Baca Juga:  Cegah Penyebaran Covid-19, Master Max Bagi-bagi Masker dan Hand Sanitizer

“Agar bisa lebih mengenal dan memahami sosok yang seharusnya kita contoh sebagai pedoman kehidupan,” harapnya.

Senada dengan itu, Moch. Toriqil Akmal Bukhori selaku Ketua Umum Komisariat Insan Cita berharap dengan mengangkat tema ini agar kita sebagai umat Nabi Muhammad tidak hanya mengenal nabi dari satu aspek melainkan mampu menelusuri sampai titik yang paling dalam.

“Agar kita bisa mencintai bukan hanya mengenalnya,” tandasnya.

Reporter: Kholisin

Redaktur: Zul