MSFC DISPLAY WEB

Tak Ada Itikad Baik, Warga Widoro Payung Terancam Dipolisikan

Media Jatim

MediaJatim.com, Situbondo – Niat ingin menolong malah kepentung, sungguh malang nasib ibu Sumaiani (68) dan bapak Sanidin (59), warga Dusun Krajan, Desa Widoro Payung, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo.

Ibarat air susu dibalas air tuba, rumah orang tua Sumiani yang lama ditempati oleh Nakijo (58), yang juga warga dusun Krajan, desa Widoro Payung.

“Nakijo menumpang atau tinggal di rumah orang tuanya karena tidak ada tempat tinggal waktu itu bahkan sampai saat ini Nakijo seolah olah merasa memiliki rumah yang ditempatinya,” ucap Sanidin, Kamis (23/4/2020).

Rumah itu terletak di Petok: 817, Nomor Persil: 65, Kelas: D1, Luas,: 0059, atas nama Sumaiani bin Mistarin, di desa Widoro Payung yang merupakan warisan orang tuanya.

Selain menempati rumah tersebut Nakijo dengan berani merenovasi rumah yang ditempati itu tanpa izin pemilik rumah.

Baca Juga:  Festival Seni Pencak Silat Komsos Kreatif 2020 Dibuka, 150 Pesilat Pacitan Siap Curi Bakat

“Ia geram, dengan kejadian tersebut dan ia menunjuk pengacara Enggrit Duwi Budi Setiawan S.H, untuk menindak lanjuti masalah yang menimpanya,” ungkap Sanidin.

Di tempat terpisah kuasa hukum bersangkutan Enggrit Duwi Budi Setiawan S.H menjelaskan, kejadian tersebut sudah diminta untuk dimediasi di kantor balai desa Widoro Payung, bahkan selama dua kali mediasi Nakijo tidak bisa menunjukkan surat kepemilikan yang sah.

“Maka dari itu jika tidak ada itikat baik, kami selaku kuasa hukum dari klien kami akan kami laporkan kepada pihak yang berwajib,” jelas Enggrit D.

Menurut Enggrit D, hal ini akan dikenakan Pasal 385 KUHP jo Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 51 tahun 1960 tentang Larangan Pemakaian Tanah Tanpa Ijin Yang Berhak Atau Kuasanya. Serta pasal 406 Ayat (1) KUHP, “Barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum mnghancurkan, merusak, membikin tak dapat dipakai atau menghilangkan barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu limaratus rupiah”.

Baca Juga:  D. Zawawi Imron Dorong Mahasiswa UIN KHAS Jember Kembangkan Potensi Diri

Selanjutnya ia menambahkan, somasi-somasi juga pernah dilayangkan akan tetapi Nakijo masih mengabaikannya dan tidak memiliki itikad baik maka ia sebagai kuasa hukum dan juga sebagai pengacaranya memilih jalur hukum yaitu melaporkan Nakijo ke Polisi Sektor (Polsek) Besuki.

Tidak ada itikad baik dari yang bersangkutan, maka akan kami laporkan,” pungkas Enggrit Duwi Budi Setiawan.

Reporter: Irwan Suciono

Redaktur: Zul