oleh

Bronto Seno Sindir Kadishub Soal Mancing di Tengah Pandemi Covid-19

MediaJatim.com, Situbondo – Aktivis H Fauzan Mistari masih saja menyindir pernyataan Kepala Dinas Perhubungan Tulus Prijadmaji terkait Kapal Baharia 4444 yang dipakai orang elit di Kabupaten Situbondo untuk memancing.

Pria yang lebih dikenal dengan sebutan Bronto Seno mengatakan, memancing yang dilakukan oknum elit itu jelas melanggar physical distancing dan yang anjuran pemerintah tentang stay at home.

“Tidak ada larangan tentang memancing di kapal maupun perahu biasa seperti yang saya naiki ini. Hanya saja yang melanggar itu banyaknya orang yang memancing di atas kapal. Itu jelas tidak mengindahkan Anjuran Pemerintah dan Maklumat Kapolri tentang physical distancing, apalagi dilakukan oleh oknum tokoh agama dan ASN aktif,” ketusnya, Senin (27/4/2020).

Bronto menambahkan, dari Foto Kapal Baharia 4444 yang beredar, waktu itu jelas sekali hanya beberapa orang saja yang memakai masker selebihnya tidak ada yang memakainya.

Baca Juga:  Ifan: Badai Pasti Berlalu

“Coba teliti lagi selain jaraknya berdekatan banyak dari yang memancing di atas Kapal Baharia 4444 hanya sedikit yang memakai masker. Saya kira Pemerintah harus bertindak tegas dalam perihal itu, karena dilakukan oleh beberapa oknum ASN serta tokoh agama,” tuturnya.

Mengingat Kabupaten Situbondo sudah masuk kategori zona merah dalam penyebaran virus Corona, kata Bronto, kegiatan memancing yang dilakukan di hari libur itu tetap salah, pasalnya sudah ada imbauan jelas dari berbagai instansi untuk di rumah saja keculai ada kepentingan yang sangat mendesak.

“Disini yang dipermasalahkan bukan memancingnya, tapi imbauan dari Pemerintah Kabupaten Situbondo yang sudah jelas anjuran dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo terkait upaya memutus mata rantai penularan Covid-19 termasuk imbauan di rumah saja,” tegasnya.

Baca Juga:  Dirpamobvit Polda Jatim Tinjau dan Resmikan Kampung Tangguh di Pacitan

Ia juga menyebutkan, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Situbondo Tulus Prijadmaji bukan tidak mengerti melainkan salah tingkah.

“Kadishub itu bukan tidak mengerti, tapi sudah salah tingkah. Jangan samakan Kabupaten Situbondo dengan Jakarta, disana sudah PSBB dan disini belum, itu tidak masuk akal. Namanya juga anjuran dan imbauan, kita sebagai nasyarakat harus mengikuti. Sekarang justru banyak yang mengabaikannya, meskipun yang sudah bergelar tokoh yang seharusnya menjadi panutan. Kadishub seharusnya memberikam contoh yang baik dalam berstatement biar Kabupaten Situbondo bisa maju,” tandasnya.

Sedangkan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Situbondo Tulus Prijadmaji saat dihubungi via telepon tidak merespon bahkan nomor wartawan Media Jatim diblokir.

Reporter: Frengky

Redaktur: Zul