oleh

Bupati Pamekasan Berikan Bantuan kepada 1.823 PKL Terdampak Covid-19

MediaJatim.com, Pamekasan – Sebanyak 1.823 warga yang bekerja sebagai pedagang kaki lima (PKL) di Pamekasan, mendapatkan bantuan dampak wabah Covid-19.

Bantuan tersebut sebagaimana disampaikan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, adalah program jaring pengaman sosial (JPS) bagi PKL yang terdampak ekonominya dari wabah Covid-19.

Masing-masing penerima bantuan JPS khusus PKL tersebut, akan mendapatkan bantuan dalam durasi dua kali, berupa berupa uang tunai sebesar Rp300 ribu dan berupa sembako senilai Rp300 ribu, sehingga dengan total bantuan JPS Rp600.

“Hari ini kami akan memberikan bantuan kluster PKL ada sekitar 1.823, untuk yang terdampak Covid-19,” ungkapnya saat melakukan konfrensi pers di Mandhepah Agung Ronggosukowati Pamekasan, Selasa (5/5/2020).

Bupati yang akrab disapa RBT ini menguraikan, pendistribusian dilakukan kepada sejumlah PKL yang telah terdata by name by address dan akan diantarkan ke setiap rumah yang berhak menerima, dengan dikerjasamakan kepada relawan Covid-19, Satpol PP, TNI, dan Polri untuk mendistribusikannya.

Baca Juga:  Ketuk Rumah Warga, KONI Bangkalan Salurkan Sembako

“Di tempat ini ada sekitar 1.823 paket sembako paket dan uang tunai yang mulai besok akan bergerak mulai sini (Mandhepah Agung Ronggosukowati), untuk diantarkan ke rumah-rumah,” tegasnya.

Diakuinya, sudah ada beberapa bantuan yang telah didistribusikan oleh Pemkab Pamekasan sebagai bentuk tanggung jawab sosial. Di antaranya, bantuan kepada Forum Becak dan Ojek (Forbek) dan bantuan kepada para pelaku seni.

Sedangkan dalam waktu terdekat pula pihaknya memproyeksikan jaring pengaman sosial kepada tiga kategori; antarai lain guru ngaji, yang kedua guru non kategori, yang ketiga kepada para awak media.

“Tiga kategori ini kita akan segera eksekusi karena kalau dalam waktu satu hari bersamaan, kita menyerahan bantuan kepada semua kategori gugus tugas berkeyakinan, para penggerak, para relawan, belum cukup untuk menyampaikan beberapa bantuan yang ini sehingga kita clusterkan menjadi beberapa kategori,”terangnya.

Baca Juga:  Jadikan Batik Identitas Budaya Berbasis Ekonomi

Dijelaskan dari tiga kategori penerima JPS selanjutnya data yang telah masuk kepada pihaknya sebanyak 11.000 orang penerima, namun data tersebut masih belum final sebab akan terus bertambah sesuai denga hasil verifikasi terbarukan.

“Keseluruhannya itu diberikan kepada yang terdampak Covid-19, disamping juga beberap data orang miskin yang terus kita perbaiki,” tuturnya.

Mantan aktifis PMII itu juga berharap, dengan adanya batuan yang berasal dari pemerintah daerah bisa mengurangi beban masyarakat yang terdampak, sehingga kehadiran pemerintah dalam hal ini meringankan beban terus dirasaikan masyarakat.

“Terima kasih untuk kita semua, mudah-mudahan bantalan sosial ini bisa segera didistribusikan dan masyarakat merasakan hadirnya bantuan dan tepat sasaran,” pungkasnya.

Reporter: Bahrul Rosi

Redaktur: Zul