Segenap pimpinan dan karyawan_20240408_235739_0000

Komunitas Pandowo Limo di Situbondo Terus Tuai Sorotan

Media Jatim

MediaJatim.com, Situbondo – Jika zaman dahulu Pandawa Lima adalah lima anak laki-laki bersaudara yang sakti mandraguna dan selalu melawan ketidakadilan serta kejahatan di dunia, khususnya keonaran yang disebabkan 99 orang saudaranya dati beda ibu kandung.

8_20240408_234212_0006
21_20240408_234212_0019
5_20240408_234212_0003
2_20240408_234211_0000
3_20240408_234211_0001
10_20240408_234212_0008
Diskon_20240411_102039_0000

Namun berbeda dengan saat ini di Kabupaten Situbondo, Pandowo Limo adalah komunitas yang beranggota 5 oknum Kepala Desa/Lurah yang diduga menjadi pendukung salah satu Bakal Calon Bupati (Bacabup) di Pilkada Situbondo 2020.

6_20240408_234212_0004
14_20240408_234212_0012
7_20240408_234212_0005
Diskon_20240408_235150_0000
24_20240408_234212_0022
13_20240408_234212_0011

Ketua Umum LSM Siti Jenar Eko Febrianto menilai pernyataan Kepala Desa Tokelan, Kecamatan Panji, Misuri bahwa Pandowo Limo hanyalah komunitas biasa saja dan tidak ada hubungannya dengan dukungan pada salah satu Bacabup Petahana di Pilkada Situbondo 2020, hanya sekedar alibi saja.

“Silakan beralibi apa saja, apapun bisa dikatakan akan tetapi saya akan selalu monitor semua pergerakan Komunitas Pandowo Limo tersebut,” ujar Eko Febrianto, Kamis (7/5/2020).

Ia menegaskan, jika ditemukan bukti-bukti yang kuat dalam dugaan Komunitas Pandowo Limo mendukung salah satu Bacabup di Kabupaten Situbondo, maka pihaknya tidak akan segan-segan akan melakukan pengaduan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

“Saya sudah memasang anggota-anggota saya di setiap desa se-kabupaten Situbondo, khususnya di 5 Desa yang ikut dalam komunitas itu. Jika nanti ada bukti yang kuat komunitas tersebut benar-benar mendukung Petahana di Pilkada 2020, saya akan langsung melakukan pengaduan ke Bawaslu,” katanya.

9_20240408_234212_0007
20_20240408_234212_0018
15_20240408_234212_0013
17_20240409_074953_0000
16_20240408_234212_0014
Diskon_20240409_180711_0000

Peringatan tersebut, menurutnya, bukan hanya berlaku untuk 5 oknum Kepala Desa yang masuk di Komunitas Pandowo Limo saja, melainkan semua Kepala Desa se-Kabupaten Situbondo. Jika ditemukan ketidaknetralan dalam Pilkada 2020, maka harus siap untuk dilaporkan.

“Bukan hanya untuk oknum 5 Kades dalam Komunitas itu saja, melainkan semua Kepala Desa di Kabupaten Situbondo. Jika coba untuk main-main,” imbuh Eko Febrianto.

Baca Juga:  Penjaringan Kadus di Desa Sumberwaru Berjalan Lancar

Karena sudah diatur dalam aturan terbaru mengenai batasan atau larangan Kepala Desa melakukan politik praktis yang tertuang dalam Pasal 71 Ayat (1) UU Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 Tentang pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota.

“Pejabat Negara, Pejabat Daerah, Pejabat Aparatur Sipil Negara, Anggota TNI/POLRI, dan Kepala Desa atau Lurah dilarang membuat keputusan dan atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu calon,” tukasnya.

Bila setiap Pejabat Negara, Aparatur Sipil Negara, dan Kepala Desa atau Lurah yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71, terancam pidana penjara paling singkat 1 bulan atau paling lama 6 bulan dan/atau denda paling sedikit Rp600.000,- atau paling banyak Rp6.000.000,-.

Reporter: Frengky

Redaktur: Zul

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sampang_20240410_124753_0000
4_20240408_232459_0003
6_20240408_232459_0005
1_20240408_232458_0000
Dinas lingkungan hidup kabupaten sumenep_20240408_232720_0000
7_20240408_232459_0006
3_20240408_232459_0002
8_20240408_232459_0007
2_20240408_232459_0001

Respon (1)

  1. Kalau penjara 1 – 6 bulan dan denda 600 rb – 6 jt, sepertinya kalau dihitung hitung akan BANYAK YANG BERANI, kecuali ada PEMECATAN PERMANEN dari jabatan dan juga ada hukuman bagi calon yang didukungnya,insya allah orang akan berfikur seribu kali utk melakukan

Komentar ditutup.