oleh

Bupati Pamekasan Pastikan Kesiapan Ruang Observasi Pasien Covid-19

MediaJatim.com, Pamekasan-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, menetapkan ruang observasi bagi pasien dalam pengawasan (PDP) ringan di Islamic Center, yang juga menjadi ruang observasi terbuka pertama di Madura. Ruang observasi itu sebagai wujud kesigapan Pemkab dalam menghadapi situasi terburuk dari wabah Covid-19.

Saat meninjau ruang observasi di gedung Islamic Center, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengungkapkan, dalam melakukan tracing kepada yang terindikasi Covid-19, perlu kerjasama semua pihak sehingga pemutusan mata ratai Covid-19 dapat teratasi dengan baik. Terlebih menurutnya, wabah Covid-19 merupakan tragedi kemanusiaan, sehingga membutuhkan nilai-nilai kemanusiaan dalam menanganinya.

“Tempat ini untuk menghormati nilai-nilai kemanusiaan, dengan memberikan pelayanan kesehatan yang pantas, professional, cepat, dan excellent,” ungkapnya, Kamis (14/5/2020).

Lebih lanjut, pihaknya merencakan ruang observasi akan segera digunakan pada pekan ini. Dengan demikian, pasien dengan status PDP ringan tidak harus dirawat di rumah sakit, tetapi bisa menempati aula Islamic Center yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa, guna memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang menempati.

Baca Juga:  Lakukan Pengroyokan di SPBU Cluring, 2 Pemotor Masuk Bui, 1 DPO

“Kalau kami berpikir keadaan terjelek, maka untuk mengatasi semua kemungkinan terjelek kami siapkan. Namun, kami berharap mudah-mudahan pada bulan Juni wabah ini sudah selesai,” jelasnya.

Lebih lanjut dia menyampaikan, perkiraan dari pemerintah pusat untuk sebaran Covid-19 di Indonesia, akan selesai pada bulan Juni. Namun untuk mengantisipasi wabah yang terus berkelanjutan, pihaknya sudah menyiapkan berbagai langkah, termasuk menjadikan gedung Islamic Center sebagai sarana pelayanan kesehatan.

“Alhamdulillah kita punya gedung, ini ruang observasi ya.. karena asumsi masyarakat kalau PDP masuk rumah sakit PDP itu kanyak ngeri, kalo ini tempat menyenangkan, kami siapkan televisi, wifi, serta sarana olahraga,” tukasnya.

Baca Juga:  Dugaan Penyalahgunaan Wewenang Terkait TKD Mencuat, Siti Jenar Temui Kades Kalimas

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Pamekasan dr. Achmad Marsuki mengatakan, pasien berstatus PDP terbagi menjadi tiga kategori, yakni PDP ringan, PDP sedang dan PDP berat. Sementara, ruang observasi di Islamic Center dikhususkan kepada PDP ringan saja.

Dirinya mengungkapkan, untuk sementara ada 30 bad yang sudah siap pakai. Ada 10 dokter yang siap bekerja, dan disiapkan 20 perawat yang siap siaga. Semua itu disiapkan untuk optimalisasi pelayanan serta memberikan kenyamanan dan perlindungan kepada masyarakat.

“Kami selalu melihat perkembangan Covid-19 di Pamekasan, kami memastikan perkembangan lebih aman, tetapi kami tetap antisipasi,” pungkasnya.

Reporter: Bahrul Rosi

Redaktur: Zul