oleh

Polemik Ambulance, Gus Darris Beri Pencerahan Politisi PPP

MediaJatim.com, Pamekasan – Bantuan mobil ambulance untuk seluruh desa di Kabupaten Pamekasan memunculkan polemik berkepanjangan. Hal itu menyusul aksi Ali Maskur yang mengeritik keras adanya bantuan tersebut.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang kini jadi Anggota DPRD Pamekasan itu menyoroti proses pengadaan bantuan mobil ambulance yang disinyalir tanpa diketahui wakil rakyat yang terhormat.

“Terkait bantuan mobil ambulance yang dipermasalahkan oleh anggota legislatif dari PPP, saya selaku mantan legislatif dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Wakil Katib PCNU Pamekasan, justru sangat mengapresiasinya,” tegas Gus Darris, politisi dan kiai muda dari Pantura.

Sebagai pihak yang juga terlibat membahas di rapat Banggar DPRD dan disahkan oleh anggota dewan di rapat paripurna, Gus Darris sangat mengapriasi bantuan mobil ambulance yang diberikan Bupati ke semua kepala desa.

Baca Juga:  Bupati Pamekasan Terus Tingkatkan Pemberantasan Rokok Ilegal

“Itu merupakan wujud nyata kinerja pemerintah dalam memberikann kemudahan dalam melayani masyarakat desa, sehingga Pamekasan makin hebat, makin rajjah pejjreh, tor parjugeh,” tegasnya.

Diterangkan, Ali Maskur dan Legislatif lainnya yang belum paham dalam pengganggaran, diharapkan untuk belajar, supaya tidak masyarakat tidak tersesat oleh aksi-aksi kurang edukatifnya.

“Anggaran pengadaan mobil tersebut pada awalnya disahkan dalam APBD-P tahun 2019 lalu. Kemudian dilanjutkan pada APBD tahun 2020 dengan Pengguna Anggaran Dinas PMD Pamekasan,” ungkapnya.

Diterangkan, terdapat tiga belanja dalam pengadaan mobil sehat tersebut. Yakni, pengadaan mobil; pengadaan karoseri; dan branding mobil.

Baca Juga:  Pasien Meninggal di RSUD, Bupati Pamekasan Sebut Belum Pasti Positif Corona

“Untuk pengadaan mobil sistem pengadaannya menggunakan sistem E-Purchusing dengan landasan hukum Peraturan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Nomor 14 tahun 2015,” urainya.

Sementara untuk karoseri dan branding, pengadaan dilakukan melalui tender. Ada perbedaan antara pengadaan dengan sistem E-Purchusing dengan tender.

“Mengingat pengadaan mobil dilakukan secara E-Purchusing, maka tidak akan tampil dalam laman LPSE yang sistem pengadaannya melalui lelang atau penunjukan. Artinya, kenapa Ali Maskur tidak memahami perihal tersebut sebelum Ngevlog?,” sindir Gus Darris menyesalkan perilaku salah satu wakil rakyat tersebut.

Reporter: Bahrul Rosi

Redaktur: Zul